Magister Fisika Itera Buka Pendaftaran, Sediakan Beasiswa Potongan UKT hingga 50 Persen

Magister Fisika Itera Buka Pendaftaran, Sediakan Beasiswa Potongan UKT hingga 50 Persen

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Program Studi Magister (S2) Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) membuka pendaftaran calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Program ini menjadi salah satu pilihan bagi lulusan sarjana yang ingin memperdalam keilmuan fisika sekaligus memperkuat kompetensi riset di bidang energi, kebencanaan, dan teknologi masa depan.

Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang, yakni 2–13 April 2026 untuk gelombang pertama dan 1–26 Juni 2026 untuk gelombang kedua, melalui laman https://pmb-pasca.itera.ac.id/. Program ini terbuka bagi lulusan S1 dari bidang yang relevan, seperti Fisika, Pendidikan Fisika, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Geofisika atau Teknik Geofisika, Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta Teknik Material, dengan persyaratan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,00.

Koordinator Program Studi Magister Fisika Itera, Dr. Agustina Widiyani, M.Si., mengatakan jumlah penerimaan mahasiswa tahun ini dibatasi sebanyak 25 orang. Pembatasan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas pembelajaran, menciptakan suasana akademik yang kondusif, serta memastikan pendampingan riset yang lebih intensif dan personal.

“Dengan jumlah mahasiswa yang terbatas, proses pembelajaran dan bimbingan penelitian dapat berjalan lebih optimal,” ujar Agustina.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan, Itera juga menyediakan dukungan biaya berupa subsidi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 25 hingga 50 persen bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria. Skema ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih fokus dalam pengembangan akademik dan riset.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan, Itera juga menyediakan dukungan biaya berupa subsidi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 25 hingga 50 persen bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria

Program Magister Fisika Itera menawarkan dua kelompok keilmuan utama, yakni Fisika Teori dan Kebumian serta Fisika Material dan Instrumentasi. Kedua bidang tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan strategis nasional, terutama pada sektor kebencanaan, material maju, dan energi.

Menurut Dr. Agustina, lulusan program ini memiliki peluang karier yang luas, mulai dari lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perguruan tinggi, industri dan pertambangan, hingga instansi pemerintahan.

Selain itu, program ini juga dirancang fleksibel bagi mahasiswa yang telah bekerja. Perkuliahan dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu sehingga memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan aktivitas profesional.

Master by Research

Itera juga menawarkan skema master by research, di mana perkuliahan tatap muka difokuskan pada semester awal, sementara semester berikutnya diarahkan pada penelitian tesis dengan jadwal yang lebih adaptif.

Didukung tenaga pengajar berkualifikasi doktor serta kolaborasi riset internasional, Program Magister Fisika Itera memberikan peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam jejaring akademik global dan pengembangan riset yang aplikatif.

Melalui program ini, Itera menegaskan perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi, sekaligus membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan masa depan berbasis riset.

Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Magister Fisika Itera https://mfi.itera.ac.id. (Rilis/Humas)