ITERA NEWS – Program Studi Farmasi, Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan Workshop Analisis Data dalam Penelitian Farmasi pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti dosen sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan analisis data penelitian, baik eksperimental maupun observasional.
Workshop dibuka oleh pembawa acara apt. Syaadatun Nadiah, S.Farm., M.Si. Selanjutnya, Koordinator Program Studi Farmasi Itera, Dr. apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kapasitas dosen dalam penguasaan metode analisis data guna mendukung peningkatan kualitas riset di bidang farmasi.
Kegiatan ini menghadirkan dosen Farmasi Klinis Universitas Tadulako sekaligus External Researcher pada Prescription Drug Misuse Education and Research (PREMIER) Center, University of Houston, Texas, Amerika Serikat, apt. Rudi Safarudin, S.Si., M.Farm., M.Epid., Ph.D., CertDA, sebagai narasumber.
Melalui kegiatan ini, dosen Program Studi Farmasi Itera diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam analisis data penelitian, sehingga mampu menghasilkan publikasi ilmiah dan inovasi riset yang berkualitas serta berdampak bagi pengembangan ilmu farmasi
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai pendekatan analisis data yang relevan untuk penelitian farmasi, mulai dari pengolahan data penelitian eksperimental hingga observasional. Ia juga menekankan pentingnya pemilihan metode analisis yang tepat untuk menghasilkan temuan ilmiah yang valid dan berkualitas.
Selain sesi materi, workshop juga menjadi ruang diskusi bagi para dosen untuk bertukar pengalaman terkait metode penelitian serta tantangan yang dihadapi dalam proses analisis data. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, dosen Program Studi Farmasi Itera diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam analisis data penelitian, sehingga mampu menghasilkan publikasi ilmiah dan inovasi riset yang berkualitas serta berdampak bagi pengembangan ilmu farmasi. (Rilis FS/Humas)


