BPIW Dukung Pembangunan Infrastruktur Wilayah ITERA

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS–Pemerintah pusat melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPERA) mendukung penuh pembangunan dan pengembangan infrastruktur wilayah Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Rektor ITERA Prof., Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D menjelaskan dukungan penuh ini diberikan karena ITERA dijadikan Center of Excellence dan bersama dua perguruan tinggi negeri lainnya yakni Universitas Lampung dan IAIN Raden Intan Lampung menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) LARAIN (UNILA-ITERA-IAIN). KPT ini masuk dalam Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Pusat Pertumbuhan Terpadu Merak Bakauheni Bandar Lampung Palembang Tanjung Api Api (MBBPT).

Dukungan penuh ini, kata Rektor, ditunjukkan dengan komitmen membantu pembangunan fisik ITERA, misalnya pembangunan 6 embung di kampus ITERA, Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu, dan 4 gedung asrama berlantai 5 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPERA). Dua dari empat gedung asrama akan dibangun tahun ini, sedangkan sisanya dibangun pada 2017.

Selain itu, infrastruktur jaringan jalan di KPT LARAIN, yang merupakan akses jalan tol ke Kota Bandar Lampung, juga akan ditingkatkan.

Tak hanya itu, akan dibangun pula Sport Center seluas 50 hektare oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Selanjutnya akan dibangun juga Science and Art Park yang merupakan sumbangan dari BPPT dan Kemenristekdikti.

Semua bantuan tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ITERA bersama KemenPUPERA pada 27 November 2015 lalu. Selain dengan KemenPUPERA, ITERA juga telah menandatangani MoU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Lampung, dan beberapa provinsi lain di Sumatera.

Tak hanya dengan Kementerian, kerjasama juga terjalin dengan beberapa pemerintah kabupaten/kota seperti Lampung Tengah, Metro, dan Pesisir Barat dalam hal pengembangan infrastruktur dan pemberian beasiswa. Dalam waktu dekat, ITERA juga akan meresmikan kerja sama dengan Pemkot Bandar lampung, Tanggamus, dan Lampung Selatan.

Selain dengan pemerintah daerah, kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat juga dijalin bersama perguruan tinggi lain seperti Universitas Lampung (Unila), IAIN Bandar Lampung, dan Universitas Bandar Lampung (UBL), serta kerja sama pengembangan institusi bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rektor menambahkan ITERA akan dibangun dan dikembangkan berdasarkan konsep Smart, Friendly, and Forest Campus. Smart berarti cerdas memaksimalkan semua potensi lingkungan tropis Indonesia yang kaya dengan sinar matahari, curah hujan tinggi (secara umum), keragaman vegetasi, dan khusus di kampus ITERA telah tersedia sumber air berupa mata air abadi yang sangat berharga . Selain itu, konsep SMART juga diterjemahkan dalam upaya meningkatkan kualitas akademik sehingga bisa mencetak lulusan yang unggul dan mampu diandalkan dalam pembangunan bangsa.

Sementara pada konsep friendly, ITERA berupaya menjadi kampus yang terbuka bagi semua pihak dan juga berkomitmen menciptakan area yang sangat representatif untuk terjalinnya hubungan kerjasama dengan berbagai pihak. Misalnya pada area penerimaan di mana terdapat bangunan untuk menampung berbagai aktifitas multi fungsi seperti pameran, seminar kecil, festival, juga Gedung Pusat Inkubasi & Inovasi dan Gedung LPPM sebagai area pertemuan serta tempat dijalinnya kerjasama dengan berbagai pihak.

Selanjutnya, ITERA juga menghadirkan konsep Forest Campus. Konsep ini diusung karena kebutuhan ruang terbuka hijau yang mendesak di tengah padatnya pembangunan gedung. “Selain itu, tidak banyak universitas yang berorientasi hutan. Makanya kita akan kembangkan,” kata Rektor.

ITERA Forest, kata Rektor, akan dikembangkan bersama-sama dengan stakeholder terkait sehingga fungsi-fungsi hutan ITERA juga bisa dimaksimalkan. Ke depannya, Rektor berharap hutan ITERA ini bisa menjadi pusat habitat satwa liar di lingkungan kota, dan menjadi bagian solusi teknologi hijau di bidang energi, material, design maupun lingkungan.

Sementara itu, ITERA akan berupaya melestarikan alam dan memanfaatkan segala sumber dayanya. Misalnya dengan menciptakan Sistem Ruang Terbuka Hijau dan Biru

Desain Sistem Ruang Terbuka Hijau diintegrasikan dengan Sistem Ruang Terbuka Biru untuk memaksimalkan keberadaan air sebagai sumber kehidupan. Sumber air alami (mata air, air hujan) dan air hasil buangan akan dikelola melalui konsep ZERO Run-Off.

Kemudian pada Sistem Ruang Terbuka Kuning, ITERA akan mengembangkan konsep desain ruang terbuka untuk KEBUN ENERGI. Area ini merupakan lahan tempat memanen energi surya yang dirancang terintegrasi dengan bangunan atau ruang luar di sekitarnya untuk memasok energi listrik yang dibutuhkan untuk setiap klaster fasilitas. Mikro Hidro dan Energi Bayu juga menjadi salah satu alternatif pengembangan.

Dalam mendukung Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo—Jusuf Kalla, ITERA juga membuat program kemandirian energi melalui pembangunan pembangkit dengan Hybrid System yakni penggabungan menggunakan turbin angin, solar farm, dan PLN. Ke depannya, selain mencukupi kebutuhan energi di Kampus ITERA, listrik yang dihasilkan bisa saja dimanfaatkan PLN untuk mencukupi kebutuhan listrik Lampung yang masih defisit.

Tinggalkan Balasan