ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Studi Fisika, Fakultas Sains, memperkuat kerja sama riset dengan Center for Research in Radiation, Isotopes, and Earth System Sciences (CRiES), University of Tsukuba, Jepang, melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA), Rabu, 23 September 2026. Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan riset panas bumi, isotop, dan geosains serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Kegiatan penandatangana IA dihadiri Dekan Fakultas Sains Itera Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Psi., M.Si., Koordinator Program Studi S1 Fisika Dr. Tri Siswandi Syahputra, S.Si., M.Si., Koordinator Program Studi S2 Fisika Dr. Deska Lismawenning Puspitarum, S.Si., M.Sc., Ir. Rofiqul Umam, M.Sc., Ph.D.Sc., serta dosen dan peserta kegiatan.
Penandatanganan IA dilakukan Fakultas Sains dan Program Studi Fisika Itera sebagai tindak lanjut kolaborasi riset yang telah berjalan sejak 2025. Kerja sama tersebut mencakup penelitian geofluida, isotop, radioaktivitas lingkungan, dan sistem panas bumi radiogenik.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari Program Diaspora Berdampak 2026 yang menghadirkan Ir. Rofiqul Umam, M.Sc., Ph.D.Sc., diaspora Indonesia yang berafiliasi dengan CRiES dan University of Tsukuba. Dalam program tersebut, Rofiqul terlibat dalam sejumlah kegiatan akademik dan pengembangan riset di Itera.
Rangkaian kegiatan meliputi Studium Generale, Workshop Research Management, pembahasan dan penandatanganan IA, penguatan working group riset, serta kunjungan lapangan ke kawasan panas bumi Way Ratai. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman riset diaspora dengan agenda pengembangan penelitian di Itera.
Untuk periode 2026–2028, kedua pihak akan mengonsolidasikan sejumlah agenda riset bersama. Agenda tersebut mencakup pengembangan proposal penelitian internasional, publikasi bersama, pembimbingan mahasiswa, analisis isotop dan geokimia, serta penguatan working group.
Melalui kerja sama tersebut, Fisika Itera berharap dapat memperluas jejaring penelitian sekaligus membuka peluang keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam riset internasional, khususnya di bidang panas bumi dan geosains
Koordinator Program Studi S1 Fisika Dr. Tri Siswandi Syahputra, S.Si., M.Si., mengatakan kolaborasi dengan peneliti CRiES University of Tsukuba telah berkembang melalui sejumlah kegiatan penelitian. Kajian yang dilakukan antara lain karakterisasi fluida panas bumi, isotop stabil, pengayaan litium, interaksi fluida-batuan, serta sistem panas bumi radiogenik di Indonesia.
“Melalui kerja sama tersebut, Fisika Itera berharap dapat memperluas jejaring penelitian sekaligus membuka peluang keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam riset internasional, khususnya di bidang panas bumi dan geosains,” ujar Tri Siswandi.
Selain itu, kolaborasi tersebut juga menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah bersama dan keterlibatan dalam proyek penelitian internasional. Pada 2026, beberapa publikasi bersama mengangkat topik panas bumi radiogenik, isotop, litium, dan pemodelan geofisika.
Melalui IA, kerja sama diarahkan agar berbagai agenda riset dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur. Ruang lingkupnya mencakup publikasi bersama, pembimbingan mahasiswa, pengembangan penelitian kolaboratif, penguatan analisis laboratorium, serta penyusunan roadmap kerja sama.(Rilis/Humas)





