You are currently viewing Itera Petakan Situs Pugung Raharjo dengan Teknologi LiDAR dan GeoSLAM

Itera Petakan Situs Pugung Raharjo dengan Teknologi LiDAR dan GeoSLAM

 

ITERA NEWS— Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Studi Teknik Geomatika melakukan pemetaan detail Situs Purbakala Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Itera, PT Jaya Survey Indonesia, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung dengan memanfaatkan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) dan GeoSLAM.

Pemetaan dilakukan untuk mendokumentasikan kondisi kawasan dan objek cagar budaya secara detail dalam bentuk data tiga dimensi. LiDAR digunakan untuk memetakan kawasan secara luas, termasuk kondisi permukaan tanah di tengah tutupan vegetasi, sedangkan GeoSLAM digunakan untuk pemindaian detail pada area situs yang sulit dijangkau.

Teknologi tersebut menghasilkan point cloud yang dapat merekam bentuk dan kontur objek, seperti menhir, dolmen, punden berundak, benteng tanah, dan parit. Pemanfaatan teknologi pemindaian laser juga memungkinkan dokumentasi dilakukan tanpa kontak langsung dengan objek cagar budaya.

Dosen Program Studi Teknik Geomatika Itera, Ulin, mengatakan data hasil pemindaian dapat menjadi arsip digital untuk mendukung pemantauan kondisi situs dari waktu ke waktu.

“Teknologi LiDAR dan GeoSLAM memungkinkan kita mendokumentasikan cagar budaya secara utuh tanpa merusaknya. Data tiga dimensi ini menjadi arsip digital yang sangat berharga,” ujar Ulin.

Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung, Ajeng, menyampaikan bahwa pendataan yang detail dan akurat dapat mendukung upaya pelindungan, pemantauan, serta perencanaan pengelolaan Situs Pugung Raharjo.

Sementara itu, Nurdiansyah dari PT Jaya Survey Indonesia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi survei juga dapat mendukung upaya pelestarian budaya. Selain itu, kolaborasi dengan kampus dan praktisi seperti ini membuktikan bahwa teknologi survei tidak hanya dimanfaatkan untuk infrastruktur, tetapi juga untuk menjaga identitas bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa Teknik Geomatika Itera. Mahasiswa terlibat dalam proses perencanaan, akuisisi, hingga pengolahan data pemindaian laser.

Melalui kolaborasi tersebut, data tiga dimensi Situs Pugung Raharjo diharapkan dapat mendukung dokumentasi, pelindungan, penelitian, dan pengelolaan cagar budaya, serta dikembangkan untuk kebutuhan edukasi publik dan kajian arkeologi.