ITERA NEWS— Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Institut Teknologi Sumatera (Itera) berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan verifikasi berkas calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 pada 3–7 Agustus 2026. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan budaya kampus yang aman, saling menghormati, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan kepada calon mahasiswa.
Selama lima hari pelaksanaan verifikasi, tim Satgas PPKPT memberikan informasi kepada mahasiswa baru mengenai keberadaan satgas, ruang lingkup tugas, serta layanan yang dapat diakses apabila terjadi dugaan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mahasiswa memahami bahwa setiap warga kampus memiliki hak untuk belajar, berkarya, dan beraktivitas dalam lingkungan yang aman serta memperoleh perlindungan apabila menghadapi situasi yang tidak semestinya.
Ketua Satgas PPKPT Itera, Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T., menyampaikan pengenalan Satgas kepada mahasiswa baru merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman dan saling menghormati.
“Mahasiswa baru perlu mengetahui sejak hari pertama bahwa Itera memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Karena Pencegahan lebih baik daripada penanganan,” ujar Martasari.
Mahasiswa baru perlu mengetahui sejak hari pertama bahwa Itera memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Karena Pencegahan lebih baik daripada penanganan
Melalui sosialisasi ini, Satgas PPKPT ingin memastikan setiap mahasiswa memahami hak, tanggung jawab, serta mekanisme yang tersedia apabila membutuhkan pendampingan atau ingin melaporkan suatu peristiwa kekerasan.
Sosialisasi juga memuat pengenalan terhadap berbagai bentuk perilaku yang perlu dihindari di lingkungan kampus, seperti perundungan, diskriminasi, kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, maupun bentuk kekerasan lainnya. Selain itu, mahasiswa baru diajak memahami pentingnya membangun relasi yang sehat, menghargai perbedaan, dan menjaga etika dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik.
Lebih lanjut, Ketua Satgas PPKPT Itera berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kampus yang inklusif dan berintegritas.
“Mewujudkan kampus aman bukan hanya menjadi tugas Satgas PPKPT, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Kami berharap mahasiswa baru dapat menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai, berani mencegah kekerasan, serta tidak ragu memanfaatkan layanan yang telah disediakan apabila diperlukan,” ujar Martasari.
Untuk mendukung penyebaran informasi, Satgas PPKPT turut membagikan media edukasi yang berisi kanal layanan, mekanisme pelaporan, serta tahapan penanganan apabila ditemukan dugaan kasus kekerasan. (Rilis/Humas)
