ITERA NEWS – Delegasi mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Lampung 2026 yang berlangsung di Universitas Malahayati, Lampung, pada 1–9 Juli 2026. Dari 15 mahasiswa yang mengikuti berbagai cabang perlombaan, kontingen Itera berhasil meraih enam penghargaan, terdiri atas lima gelar juara dan satu juara harapan.
Dua mahasiswa Itera berhasil meraih juara pertama dan akan mewakili Provinsi Lampung pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVII yang akan digelar pada 8–12 September 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur. Mereka adalah Virgoes Yehezkiel Sibarani, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan angkatan 2023, sebagai Juara I Solo Song Pop Putra, dan Alio Harefa, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil angkatan 2023, sebagai Juara I Solo Song Seriosa Putra.
Prestasi lainnya diraih Meteora Eve Aulia (Desain Komunikasi Visual 2024) sebagai Juara II Seni Lukis, Puspa Merkava Shawna Siregar (Desain Komunikasi Visual 2024) sebagai Juara II Desain Poster, Sukma Tambunan (Teknik Geofisika 2025) sebagai Juara III Solo Song Pop Putri, serta Keysya Dwi Mai Sandy (Sains Lingkungan Kelautan 2025) sebagai Juara Harapan III Solo Song Dangdut Putri.
Dua mahasiswa Itera berhasil meraih juara pertama dan akan mewakili Provinsi Lampung pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVII yang akan digelar pada 8–12 September 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.
Virgoes Yehezkiel Sibarani menuturkan, bahwa konsistensi latihan menjadi kunci keberhasilannya. Di tengah kesibukan kuliah, ia rutin meluangkan waktu untuk berlatih vokal setiap hari. Meski sempat mengalami batuk dan flu selama persiapan, ia tetap menjaga komitmen berlatih hingga mampu memberikan penampilan terbaik.
“Pengalaman paling berkesan adalah kebersamaan dan dukungan dari seluruh kontingen Itera. Menjelang Peksiminas, saya akan terus meningkatkan latihan agar dapat memberikan hasil terbaik untuk Lampung dan Itera,” ujar Virgoes.
Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa Itera untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Sementara itu, dosen pembina Tefur Nur Rohman, S.S., M.Li., menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pembinaan kontingen adalah belum tersedianya pelatih di seluruh cabang lomba. Karena itu, para dosen turut mendampingi mahasiswa selama proses latihan agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Lampung.
Menurut Tefur, keikutsertaan tahun ini merupakan pengalaman perdana Itera pada ajang Peksimida. Ia berharap proses penjaringan talenta seni dapat diperkuat melalui kegiatan seperti Itera Art Competition (IAC) sehingga semakin banyak mahasiswa yang siap berkompetisi di tingkat daerah maupun nasional. “Keberhasilan Itera untuk pertama kalinya melaju ke tingkat nasional menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan prestasi mahasiswa di bidang seni,” ujar Tefur.
Prestasi tersebut mencerminkan komitmen Itera dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul di bidang sains dan teknologi, mahasiswa Itera juga mampu menunjukkan daya saing dan kreativitas di bidang seni hingga tingkat nasional.
Penulis: Andre Ramadhani (Teknik Material)

