ITERA NEWS – Sebanyak 29 mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatera (Itera) mempelajari rantai industri kehutanan dari hulu hingga hilir melalui kegiatan ekskursi lapangan dalam Mata Kuliah Manajemen Industri Tanaman Kehutanan. Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami praktik pengelolaan industri kehutanan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Ekskursi lapangan didampingi empat dosen pembimbing dan empat asisten praktikum. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari di kelas melalui pengamatan langsung serta interaksi dengan pengelola usaha dan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan sektor kehutanan.
Dalam ekskursi tersebut, mahasiswa mengunjungi tiga lokasi pembelajaran, yakni Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Hutan Tanaman Alpukat di Desa Giri Mulyo, dan Lembah Suhita. Di Persemaian Permanen BPDAS, mahasiswa mempelajari proses penyediaan bibit tanaman kehutanan, mulai dari pengadaan benih, penyemaian, pemeliharaan, hingga distribusi kepada masyarakat. Kunjungan ke Hutan Tanaman Alpukat memberikan wawasan mengenai pengelolaan tanaman kehutanan berbasis masyarakat melalui kolaborasi Kelompok Tani Hutan (KTH) dan BPDAS Lampung, termasuk aspek budidaya, produktivitas, dan peluang pengembangan usaha.
Ekskursi lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
Sementara itu, di Lembah Suhita mahasiswa mempelajari potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) melalui budidaya lebah madu yang dikembangkan sebagai model usaha berbasis edukasi, wisata, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui ketiga lokasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran utuh mengenai rantai industri kehutanan dari tahap pembibitan, pengelolaan tanaman, hingga hilirisasi produk hasil hutan.
Dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Industri Tanaman Kehutanan, Arief Juniarto, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa ekskursi lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara lebih komprehensif keterkaitan antara pembibitan, pengelolaan tanaman, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan produk hasil hutan. Pengalaman tersebut penting untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan industri kehutanan berkelanjutan di masa depan,” ujar Arief Juniarto.
Melalui ekskursi lapangan ini, mahasiswa Rekayasa Kehutanan Itera diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai rantai industri kehutanan sekaligus mengenali berbagai peluang inovasi dan pengembangan usaha berbasis sumber daya hutan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Rekayasa Kehutanan Itera dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta pembangunan kehutanan berkelanjutan. (Rilis/Humas)






