Mahasiswa Teknik Sipil Itera Galih Widhia Putra Terpilih Jadi Duta Bahasa Provinsi Lampung

Mahasiswa Teknik Sipil Itera Galih Widhia Putra Terpilih Jadi Duta Bahasa Provinsi Lampung

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (Itera), Galih Widhia Putra, meraih predikat Terbaik 1 Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam ajang tersebut, Galih mengusung gagasan program “Pojok Literasi”, ruang belajar terbuka dan inklusif yang mendorong masyarakat untuk membaca, berdiskusi, dan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Galih mengatakan bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berpikir, dan menyampaikan gagasan. “Bagi saya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi ruang bagi setiap individu untuk tumbuh dan menyampaikan gagasannya,” ujar Galih.

Ia menjelaskan program “Pojok Literasi” lahir dari kepeduliannya terhadap rendahnya minat baca masyarakat dan keterbatasan akses literasi, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas. “Keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang untuk belajar dan berkembang. Karena itu, Pojok Literasi hadir sebagai upaya membuka akses literasi yang lebih merata,” tambahnya.

Keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang untuk belajar dan berkembang. Karena itu, Pojok Literasi hadir sebagai upaya membuka akses literasi yang lebih merata

Selain aktif dalam penguatan literasi, Galih juga memiliki pengalaman kepemimpinan dan sejumlah prestasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Yadika Bandar Lampung 2021/2022, Ketua Ekstrakurikuler Paskibra SMA Yadika Bandar Lampung 2021/2022, serta menjadi Paskibraka Kota Bandar Lampung 2021.

Di lingkungan kampus, Galih meraih Juara 1 Duta Generasi Berencana Itera 2024, Juara 2 Duta Generasi Berencana Provinsi Lampung 2024, dan menjabat Ketua Umum PIK-R Sejahtera Itera 2025. Galih berharap mahasiswa Itera tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap literasi dan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

“Saya harap mahasiswa Itera dapat menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas sekaligus sarana untuk berkontribusi. Kita harus yakin bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Galih.

Prestasi tersebut menjadi bukti kontribusi mahasiswa Itera tidak hanya di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga dalam penguatan literasi dan kebahasaan.

Penulis : Andiva Nur Prabowo (Rekayasa Kehutanan)