ITERA NEWS — Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) bersama Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Institut Teknologi Sumatera (Itera) berpartisipasi dalam pengamatan fenomena okultasi bintang HD58050 oleh asteroid (1201) Strenua, Minggu, 26 April 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi nasional yang diinisiasi Observatorium Bosscha dan melibatkan 36 kontributor dari berbagai institusi dan komunitas astronomi di Indonesia.
Okultasi merupakan peristiwa ketika objek langit yang lebih dekat melintas di depan objek lain yang lebih jauh sehingga cahayanya tertutup sementara. Fenomena ini dimanfaatkan untuk mempelajari ukuran, bentuk, hingga kemungkinan keberadaan satelit atau cincin asteroid.
Laboran OAIL Itera, Aditya Abdilah Yusuf, S.Si., menjelaskan bahwa pengamatan okultasi penting untuk memperoleh data asteroid dengan tingkat ketelitian tinggi. “Data dari berbagai lokasi pengamatan akan dikombinasikan untuk membantu menentukan bentuk dan ukuran asteroid secara lebih akurat,” ujar Aditya.
Data dari berbagai lokasi pengamatan akan dikombinasikan untuk membantu menentukan bentuk dan ukuran asteroid secara lebih akurat
Dalam kegiatan tersebut, tim Itera melakukan pengamatan di tiga lokasi, yakni rooftop Gedung Kuliah Umum 2, rooftop Labtek OZT, dan Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan. Pengamatan menggunakan Itera Robotic Telescope, teleskop Newtonian, teleskop refraktor, serta sensor GPS berakurasi mikrodetik.
Meski berada di luar jalur utama okultasi yang melintasi Jawa hingga Nusa Tenggara, data pengamatan dari Itera tetap dinilai penting sebagai pembanding dan berpotensi mendeteksi keberadaan satelit maupun cincin asteroid.
Selama pengamatan berlangsung pada pukul 19.36–19.46 WIB, kondisi cuaca di Itera dan Kalianda terpantau cerah sehingga observasi dapat berjalan optimal. Data hasil pengamatan selanjutnya akan dianalisis bersama dalam kolaborasi nasional untuk mendukung pengembangan riset astronomi di Indonesia. (Rilis/Humas)





