ITERA NEWS — Lima bakal calon Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030 memaparkan visi, misi, dan program kerja strategis dalam forum terbuka yang diikuti anggota senat dan sivitas akademika di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Senin, 20 April 2026. Kelima bakal calon tersebut adalah Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T. (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU. (Universitas Sumatera Utara), Prof. Ismunandar, Ph.D. (Institut Teknologi Bandung), serta Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr. (Institut Pertanian Bogor). Forum ini menjadi ruang uji publik bagi gagasan kepemimpinan yang akan menentukan arah Itera menuju kampus mandiri dan berdaya saing global.
Ketua Senat Itera, Dr. Sunarsih, menegaskan bahwa penyampaian visi dan misi bukan sekadar tahapan administratif, melainkan momentum strategis untuk menguji kualitas gagasan, integritas, dan kapasitas kepemimpinan para calon. “Kami berharap pemikiran yang disampaikan tidak hanya normatif, tetapi progresif, visioner, dan mampu menjawab tantangan nyata,” ujar Dr. Sunarsih.
Menurut Sunarsih, perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, kompetisi global, hingga tuntutan relevansi lulusan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. Karena itu, dibutuhkan terobosan yang tidak hanya konseptual, tetapi juga implementatif dan berdampak.
Perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, kompetisi global, hingga tuntutan relevansi lulusan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. Karena itu, dibutuhkan terobosan yang tidak hanya konseptual, tetapi juga implementatif dan berdampak
Ia menambahkan, selain memaparkan visi dan misi, para bakal calon juga mengisi kuliah umum untuk merasakan langsung atmosfer akademik di Itera. Selanjutnya, Senat akan menggelar rapat tertutup pada Selasa, 21 April 2026, untuk menetapkan tiga calon rektor yang akan diajukan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyambut para bakal calon dan berharap seluruh proses berjalan lancar. “Selamat datang di kampus iptek masa depan, kebanggaan Sumatera dan Indonesia,” ujarnya.
Kemandirian dan Daya Saing Global
Dalam forum yang dimoderatori Guru Besar Bidang Geografi Politik, Universitas Lampung, Prof. Arizka Warganegara, kelima bakal calon memaparkan arah strategis yang secara umum beririsan pada penguatan kemandirian institusi, hilirisasi riset, transformasi tata kelola berbasis data, serta perluasan kolaborasi untuk mendorong daya saing global.
Prof. Dr. Aswan mengusung visi “Menjangkau Global, Membangun Lokal” dengan menekankan penguatan peran Itera sebagai kampus berdampak berbasis potensi Sumatera. Program yang ditawarkan mencakup Sumatera Center of Excellence, penguatan tata kelola melalui “Itera Kokoh”, serta kemitraan pentahelix untuk mendorong hilirisasi riset dan kemandirian pendanaan.
Prof. Dr. Apt. Elfahmi menitikberatkan pada pembangunan ekosistem pendidikan dan riset yang inovatif, inklusif, dan adaptif. Fokusnya meliputi digitalisasi sistem akademik, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, serta penguatan hilirisasi riset melalui kolaborasi dengan industri dan pemerintah.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Fahmi mengusung pendekatan transformasional melalui penguatan budaya unggul berkelanjutan menuju kampus bereputasi global. Ia menyoroti pendidikan hibrida berbasis kecerdasan buatan, riset berorientasi pasar, serta transformasi tata kelola menuju Badan Layanan Umum (BLU), termasuk inisiatif SUM-Net sebagai konsorsium inovasi regional.
Prof. Ismunandar mengarahkan Itera menuju PTN BLU yang mandiri dan berdaya saing global dengan fokus pada pembelajaran berbasis outcome, inovasi hijau, serta penguatan kewirausahaan. Ia juga menekankan pengembangan talenta unggul dan optimalisasi fasilitas riset untuk mendukung hilirisasi inovasi.
Para calon menegaskan komitmen untuk melanjutkan program strategis yang telah berjalan, memperkuat fasilitas pembelajaran, meningkatkan kualitas layanan administrasi, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan sivitas akademika
Adapun Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib mengusung konsep “Itera Bijak Berkhidmat” dengan penekanan pada penguatan talenta, sains, dan teknologi berbasis potensi Sumatera. Ia mendorong pengembangan smart campus, kurikulum berbasis Outcome-Based Education, serta tata kelola berbasis data untuk memperkuat kemandirian institusi.
Meski dengan pendekatan berbeda, kelima bakal calon memiliki arah yang sejalan, yakni menjadikan Itera sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global dengan tetap memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Selain menyampaikan visi, misi, dan program strategis, ke lima calon juga menjawab langsung pertanyaan dari tiga panelis, yang mewakili dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Panelis dosen diwakili, dosen Prodi Arsitektur Lanskap, Ina Winiastuti Hutriani, S.P., M.Ars.L., sementara tenaga kependidikan diwakili Kepala Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum Eko Feri Kurniawan, S.Si., M.Si., dan mahasiswa diwakili Presiden KM Itera, Kevin Andriano mahasiswa Teknik Elektro.
Dalam sesi tersebut, para calon menegaskan komitmen untuk melanjutkan program strategis yang telah berjalan, memperkuat fasilitas pembelajaran, meningkatkan kualitas layanan administrasi, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan sivitas akademika.
Tim Liputan
Penulis: Rudiyansyah
Fotografer: Muhammad Arwecendo Edison, Salman Mujahid Rabbani (Desain Komunikasi Visual)















