Wujudkan Kampus Inklusif, Dosen Itera Jadi Peninjau dalam Temu Juru Bahasa Isyarat Nasional

Wujudkan Kampus Inklusif, Dosen Itera Jadi Peninjau dalam Temu Juru Bahasa Isyarat Nasional

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui partisipasi dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Itera, Dr. Sunarsih, M.A., sebagai peninjau dalam kegiatan Temu Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Juru Bahasa Isyarat Indonesia pada 22–24 Mei 2026 di Hotel Grand Cemara, Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Rasa, Merawat Kebersamaan” tersebut menjadi forum nasional bagi para juru bahasa isyarat untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta mendiskusikan pengembangan kompetensi dan standar profesi JBI di Indonesia. Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari JBI aktif dan peninjau hadir mewakili berbagai daerah, di antaranya Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Kebumen, Bandung, hingga Jakarta.

Keikutsertaan Itera dalam forum ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di lingkungan kampus yang didukung melalui program pendanaan Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Keikutsertaan Itera dalam forum ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di lingkungan kampus yang didukung melalui program pendanaan Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui kegiatan tersebut, Itera memperoleh wawasan serta praktik baik dalam penguatan layanan inklusif, khususnya dalam mendukung akses komunikasi bagi sivitas akademika penyandang disabilitas.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan pemaparan materi yang membahas standar kompetensi JBI, tantangan layanan di berbagai daerah, hingga perkembangan profesi juru bahasa isyarat di tingkat internasional. Seluruh rangkaian kegiatan juga menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap budaya komunikasi yang inklusif.

Partisipasi ini diharapkan semakin memperkuat langkah Itera dalam menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi yang setara, aksesibel, serta mendukung keberagaman bagi seluruh sivitas akademika. (Rilis/Humas)