Prodi Teknik Lingkungan Itera Edukasi Pengurangan Sampah Makanan Selama Ramadan

Prodi Teknik Lingkungan Itera Edukasi Pengurangan Sampah Makanan Selama Ramadan

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Tim dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Ramadhan Berkah Tanpa Mubazir”, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai program studi dan berfokus pada edukasi pengurangan sisa makanan (food waste) di lingkungan kampus.

Dosen Teknik Lingkungan Itera, Nurul Mawaddah, S.T., M.T., menyampaikan bahwa sekitar 51 persen timbulan sampah di Provinsi Lampung berasal dari sisa makanan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang melarang perilaku mubazir. Dalam sesi edukasi, peserta dibekali strategi praktis, mulai dari perencanaan menu (food prep) dan memasak sesuai porsi, hingga pengolahan sisa makanan menjadi kompos.

Sekitar 51 persen timbulan sampah di Provinsi Lampung berasal dari sisa makanan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang melarang perilaku mubazir.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh 14 dosen Teknik Lingkungan Itera yang diketuai oleh Nurul Mawaddah, S.T., M.T. dengan anggota Alfian Zurfi, S.T., M.Si., Dian Neli Pratiwi, M.Ling., Dr. Raden Putra, S.T.,Moehammad Budhicahyanto, S.T., M.T., Nabila Putriyandri Alifa, S.T., M.Sc., Bambang Prasetio, M.E.M., Novi Kartika Sari, S.T., M.T., Indah Yusliga Sari Purba, S.Si., M.T., Ir. Wanda Gustina Utami, S.T., M.Ling., Tastaptyani Kurnia Nufutomo, S.Si., M.T., Andika Munandar, S.T., M.Eng., Ahmad Daudsyah Imami, S.T., M.T., dan Desi Puspita Sari, S.Si., M.T.

Sebagai aksi nyata, kegiatan ditutup dengan penukaran satu botol sampah plastik dengan takjil berbuka puasa ramah lingkungan tanpa kemasan plastik. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah sekaligus menekan timbulan sampah organik dan anorganik selama Ramadan. (Rilis/Humas)