Mahasiswa Itera Olah Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket

Mahasiswa Itera Olah Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif di Desa Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Inovasi ini menjadi solusi atas persoalan limbah pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Program pengolahan tongkol jagung menjadi briket tersebut menjadi fokus utama kegiatan KKN, sejalan dengan semangat hilirisasi dan penerapan teknologi tepat guna. Limbah jagung yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.

Ketua Kelompok KKN 11, Armando Andika Putra Silaban, mengatakan, pemanfaatan limbah jagung dilakukan melalui pendekatan teknologi material sederhana yang mudah direplikasi masyarakat. “Tongkol jagung bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi sumber energi alternatif jika diolah dengan teknologi yang tepat,” ujar Armando.

Selain briket, mahasiswa KKN juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga sebagai bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan di desa. Edukasi ini ditujukan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah secara produktif.

Tongkol jagung bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi sumber energi alternatif jika diolah dengan teknologi yang tepat

Untuk memperkuat perencanaan pembangunan desa, tim KKN juga menyusun Peta Potensi dan Tutupan Lahan Desa Srikaton berbasis data. Peta tersebut diharapkan membantu perangkat desa dalam mengidentifikasi sebaran sumber daya alam secara lebih akurat dan terukur.

Di bidang pendidikan, mahasiswa Itera melaksanakan kegiatan pengajaran rutin di sekolah dasar serta menggelar Kampus Expo di SMA Negeri 1 Adiluwih guna memotivasi siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pengembangan karakter generasi muda juga dilakukan melalui turnamen bulu tangkis tingkat SD se-Lampung yang diikuti 60 tim dari berbagai daerah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Fajar Nugli Hendrawan, menyampaikan bahwa turnamen tersebut diikuti oleh 60 tim dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Desa Srikaton berpotensi menjadi wadah pengembangan bakat olahraga bagi generasi muda di Pringsewu,” ujar Fajar.

Rangkaian program ini mencerminkan peran mahasiswa Itera dalam menghubungkan ilmu pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pengolahan limbah menjadi energi alternatif, pemetaan berbasis data, serta kegiatan pendidikan, kehadiran mahasiswa Itera diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi kemandirian dan kualitas sumber daya manusia desa.

Penulis: Andre Ramadhani (Teknik Material)