ITERA NEWS – Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) merilis film dokumenter berjudul Nafas Krakatau di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Senin, 9 Maret 2026. Film ini merupakan hasil ekspedisi ilmiah tim Itera Scientific Expedition and Exploration (I-SEE) yang meneliti Sumber daya alam yang ada di Gunung Anak Krakatau.
Ketua Tim I-SEE 2025, Novriadi, M.Si., menjelaskan bahwa film tersebut merekam perjalanan ilmiah tim ekspedisi yang terdiri dari sekitar 50 orang dosen, laboran, dan mahasiswa. Penelitian yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Itera ini, difokuskan pada tema mitigasi dan konservasi di kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Fokus kajian kami meliputi gas vulkanik, kajian geologi dan terumbu karang, serta aspek sosial-ekologis masyarakat di sekitar kawasan Krakatau. Sejumlah hasil penelitian masih dalam proses publikasi di jurnal ilmiah sebagai upaya memperkenalkan temuan tersebut kepada masyarakat luas,” ujar Novriadi.
Dalam film dokumenter ini ditampilkan beragam kajian ilmiah, antara lain penelitian atmosfer, tumbuhan pionir pascaerupsi, analisis kualitas air dan permukaan tanah vulkanik, pemetaan batimetri perairan, kondisi lingkungan bawah laut, aktivitas spons laut, hingga dinamika sosial masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Film tersebut juga memuat referensi karya sastra pribumi Lampung yang menggambarkan situasi masyarakat Kalianda saat peristiwa letusan Krakatau. Selain menampilkan proses penelitian di lapangan, film ini juga menghadirkan momen langka berupa peristiwa gerhana bulan total yang berhasil diabadikan oleh tim ekspedisi selama kegiatan berlangsung.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, progres penelitian dan produksi film ini sangat baik dan layak untuk terus dikembangkan. Saat ini belum banyak perguruan tinggi yang memiliki agenda ekspedisi ilmiah secara khusus ke Gunung Anak Krakatau
Pemutaran perdana Nafas Krakatau dihadiri Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Dekan Fakultas Sains Dr. Ikah Ning P. Permanasari, S.Si., M.Si., serta dosen dan sivitas akademika Itera. Acara ini juga dihadiri perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah Bengkulu dan Lampung serta Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Lampung.
Rektor Itera Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan apresiasi atas karya dokumenter tersebut yang dinilai sebagai capaian monumental bagi Itera. Menurutnya, ekspedisi dan produksi film ilmiah seperti ini menunjukkan pesatnya perkembangan riset di Itera.
“Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, progres penelitian dan produksi film ini sangat baik dan layak untuk terus dikembangkan. Saat ini belum banyak perguruan tinggi yang memiliki agenda ekspedisi ilmiah secara khusus ke Gunung Anak Krakatau,” ujar Rektor.
Pulau Vulkanik
Rektor menambahkan, Gunung Anak Krakatau merupakan pulau vulkanik yang terus tumbuh dan memiliki potensi besar untuk dikaji dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Kajian tersebut penting karena penelitian langsung terhadap aktivitas dan dampak letusan gunung tersebut masih terbatas. “Itera memiliki pusat mitigasi kebencanaan. Hal ini perlu disinergikan agar dapat memberikan kontribusi dalam pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait antisipasi bencana,” kata Rektor.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains Itera Dr. Ikah Ning P. Permanasari menjelaskan bahwa gagasan kegiatan ekspedisi ini terinspirasi dari Sakurajima Volcano Observatory di Kyoto, Jepang, yang menjadi pusat penelitian Gunung Sakurajima.
“Dari segi posisi dan karakteristik, Gunung Sakurajima memiliki kemiripan dengan kondisi di Lampung yang memiliki Gunung Anak Krakatau. Saat ini data terbaru mengenai aktivitas Anak Krakatau masih terbatas, sehingga Fakultas Sains berupaya melakukan kajian untuk menggali potensi keilmuan dari gunung tersebut,” ujar Ikah.
Tim Liputan
Penulis: Andre Ramadhani (Teknik Material)
Fotografer: Arfan Ismail











