Dosen Itera Paparkan Konsep Transportasi Kampus Berkelanjutan dalam Webinar Nasional UI GreenMetric

Dosen Itera Paparkan Konsep Transportasi Kampus Berkelanjutan dalam Webinar Nasional UI GreenMetric

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sumatera (Itera), Dr. Eng. Ir. IB Ilham Malik, memaparkan konsep pengembangan transportasi kampus berkelanjutan dalam Webinar Nasional bertajuk “Sustainable Transportation in Green Campus”, Selasa, 31 Maret 2026.

Webinar yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan UI GreenMetric World University Rankings tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki komitmen pada pengembangan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di sektor transportasi kampus.

Dalam kegiatan itu, Ilham Malik yang juga Senior Advisor Itera SDGs Center menjadi salah satu narasumber bersama Dr. Ing. Veronica Natalia dari Universitas Hasanuddin. Keduanya membahas peran strategis sistem transportasi kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Ilham menekankan bahwa sektor transportasi memiliki kontribusi besar terhadap emisi karbon, konsumsi energi, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, transformasi menuju sistem transportasi berkelanjutan perlu dimulai dari lingkungan yang lebih kecil, termasuk kampus. “Pada dasarnya kampus merupakan miniatur kota yang memiliki sistem mobilitas, pola pergerakan, dan kebutuhan infrastruktur yang kompleks,” ujarnya.

Ilham juga menyoroti kondisi transportasi di Indonesia yang masih didominasi kendaraan pribadi. Lebih dari 90 persen mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, sementara transportasi umum hanya sekitar 7,9 persen

Ia menjelaskan bahwa konsep SDGs perlu diterjemahkan dalam konteks lokal yang konkret. Kampus, menurutnya, dapat berfungsi sebagai living laboratory untuk menguji berbagai kebijakan maupun inovasi transportasi berkelanjutan sebelum diterapkan pada skala kota.

Ilham juga menyoroti kondisi transportasi di Indonesia yang masih didominasi kendaraan pribadi. Lebih dari 90 persen mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, sementara transportasi umum hanya sekitar 7,9 persen. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya konsumsi bahan bakar, emisi karbon, serta kemacetan.  Fenomena serupa juga terjadi di lingkungan kampus, termasuk di Itera, dengan dominasi sepeda motor mahasiswa dan terbatasnya transportasi internal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ilham memperkenalkan pendekatan Land Use Transport Interaction (LUTI) yang menekankan keterkaitan antara tata guna lahan, mobilitas, dan dinamika populasi. Ia juga mengintegrasikan konsep Urban Population Cap (UPC) Theory, yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara kapasitas sistem transportasi dan jumlah pengguna.

Framework 4 Layer Transportasi Kampus

Sebagai solusi implementatif, Ilham menawarkan Framework 4 Layer Transportasi Kampus, yang mencakup pengembangan infrastruktur dasar seperti jalur pedestrian dan sepeda, sistem transportasi seperti shuttle kampus, manajemen kebijakan mobilitas, serta pemanfaatan teknologi berbasis Intelligent Transport System (ITS). Melalui strategi tersebut, kampus dapat mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, pengembangan shuttle listrik, peningkatan fasilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta integrasi dengan sistem transportasi kota. Implementasi langkah tersebut diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 30–40 persen.

Sementara itu, Veronica Natalia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan, teknologi, dan perubahan perilaku pengguna dalam mewujudkan transportasi kampus berkelanjutan.

Webinar ini menjadi forum berbagi pengetahuan dan praktik baik antarperguruan tinggi dalam pengembangan mobilitas kampus yang lebih ramah lingkungan.Menutup paparannya, Ilham menyatakan bahwa transformasi sistem transportasi kampus merupakan langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan efisien. Ia juga menilai Itera memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan transportasi kampus berkelanjutan di Indonesia. (Rilis/Humas)