You are currently viewing Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Itera Kenalkan Susu Jagung sebagai PMT bagi Ibu Hamil

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Itera Kenalkan Susu Jagung sebagai PMT bagi Ibu Hamil

ITERA NEWS – Dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengenalkan susu jagung sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil di Desa Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terintegrasi dengan KKN Rekognisi Itera tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pemeriksaan rutin ibu hamil. Kegiatan diikuti ibu hamil, bidan desa, kader posyandu, perangkat desa, serta mahasiswa Itera.

Kegiatan merupakan kolaborasi dosen Program Studi Farmasi, Sains Aktuaria, dan Teknologi Industri Pertanian. Tim dosen terdiri atas apt. Untia Kartika Sari Ramadhani, M.Farm., Dila Tirta Julianty, S.Si., M.Si., Tiara Yulita, S.Pd., M.Sc., Amalia Listiani, S.Pd., M.Sc., dan Indira Hapsarini, S.T.P., M.T.P., serta melibatkan mahasiswa dari ketiga program studi.

Dosen Program Studi Sains Aktuaria Itera, Tiara Yulita, mengatakan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu hamil memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan mengolah bahan pangan lokal, khususnya jagung, menjadi makanan tambahan bergizi yang mudah dibuat, terjangkau, dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tiara.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu hamil memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan mengolah bahan pangan lokal, khususnya jagung, menjadi makanan tambahan bergizi yang mudah dibuat, terjangkau, dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Dosen Program Studi Farmasi Itera, apt. Untia Kartika Sari Ramadhani, menjelaskan PMT diberikan sebagai pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, bukan sebagai pengganti makanan utama.

Dalam edukasi tersebut, peserta diperkenalkan pada susu jagung sebagai salah satu alternatif PMT yang dapat dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Selain edukasi mengenai manfaat pangan lokal, peserta juga diajarkan cara mengolah jagung menjadi susu jagung secara higienis. “Susu jagung merupakan alternatif PMT yang mudah dibuat menggunakan bahan yang tersedia di masyarakat. Harapannya, ibu hamil dapat memanfaatkan pangan lokal ini secara mandiri sebagai pelengkap makanan sehari-hari untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan,” jelas Untia.

Setelah penyuluhan, peserta mengikuti praktik pembuatan susu jagung. Tim mendemonstrasikan tahapan pengolahan, mulai dari pencucian, perebusan, penghalusan, penyaringan, hingga pemasakan dan penyimpanan. Peserta juga memperoleh leaflet sebagai panduan untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Bidan Desa Banjar Agung, Rini, mengapresiasi kegiatan tersebut karena melengkapi pemeriksaan kesehatan ibu hamil dengan edukasi mengenai pemenuhan gizi. “Selain melakukan pemeriksaan kesehatan kehamilan, ibu-ibu juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan. Harapannya, pengetahuan tentang manfaat dan praktik pembuatan susu jagung yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (Rilis/Humas)