ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendampingi pengembangan desa wisata dan peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan Berdampak Itera 2026 pada 29 Juli–3 Agustus 2026.
Kegiatan meliputi pelatihan legalitas produk dan promosi digital bagi pelaku UMKM, pembekalan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sosialisasi branding desa wisata dan pengelolaan media sosial, serta penyerahan peralatan penunjang produksi.
Ketua tim pelaksana, apt. Isna Mulyani, S.Farm., M.Si., menjelaskan bahwa penguatan legalitas dan promosi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk lokal. “Legalitas memperkuat kepercayaan konsumen, sementara kemasan dan konten promosi membantu produk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Isna.
Sebanyak 12 pelaku UMKM mengikuti pelatihan di Balai Desa Braja Kencana dengan materi perizinan PIRT, sertifikasi halal, keamanan pangan, hingga pelabelan produk. Peserta juga mendapatkan pelatihan desain kemasan dan pembuatan konten promosi menggunakan aplikasi digital, serta praktik langsung untuk mendukung pemasaran melalui media sosial.
Sebanyak 12 pelaku UMKM mengikuti pelatihan di Balai Desa Braja Kencana dengan materi perizinan PIRT, sertifikasi halal, keamanan pangan, hingga pelabelan produk
Pada kegiatan terpisah, tim juga memberikan pembekalan kepada Pokdarwis yang diikuti 30 peserta, terdiri atas warga dan perangkat desa. Materi mencakup peran dan fungsi Pokdarwis, penyusunan program kerja, serta penerapan Sapta Pesona dalam pengembangan desa wisata. Tim turut menyerahkan peta potensi dan pengembangan wisata Desa Braja Kencana sebagai acuan awal perencanaan dan promosi destinasi.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, tim Itera juga menyerahkan bantuan peralatan berupa mesin peniris minyak (spinner) dan alat penggiling adonan kepada pelaku UMKM.
Kepala Desa Braja Kencana, Heru Setiawan, mengapresiasi program pendampingan tersebut dan berharap kolaborasi dapat terus berlanjut untuk memperkuat kelembagaan desa wisata dan UMKM lokal.
Program ini melibatkan tim dosen lintas bidang dari Program Studi Farmasi, Pariwisata, dan Desain Komunikasi Visual, serta mahasiswa KKN Rekognisi Itera. Melalui pendampingan terpadu ini, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi wisata dan usaha secara mandiri serta meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi UMKM. (Rilis/Humas)
