ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) Arab Saudi membahas penguatan kerja sama pengembangan Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., dengan delegasi RCMC di Ruang Rapat Gedung A Kampus Itera, Selasa, 10 Februari 2026.
Delegasi RCMC dipimpin General Manager Crescent Observation and Astronomy Program, Dr Faisal Al Khamis, didampingi tim dari King Abdul Aziz University dan Saudi Binladin Group (SBG). Dari pihak Itera hadir jajaran dekan, pimpinan lembaga, serta dosen Program Studi Sains, Atmosfer, dan Keplanetan (SAP).
Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan peninjauan pemanfaatan Teleskop Ofyar Z Tamin (OZT)–Astelco Lunar Telescope System (ALTS) yang beroperasi di Itera. Teleskop tersebut ditempatkan Pemerintah Arab Saudi di Itera untuk dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan riset dan pendidikan astronomi.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman memaparkan perkembangan pembangunan kampus dan fasilitas penunjang pendidikan serta penelitian di Itera, termasuk proyek pengembangan Observatorium Astronomi Itera Lampung sebagai fondasi awal riset astronomi di Provinsi Lampung.
Keberadaan observatorium astronomi di Indonesia masih terbatas. Saat ini, hanya terdapat beberapa observatorium utama, di antaranya Observatorium Bosscha di Bandung, Observatorium Timau di Kupang yang dikelola BRIN, serta Observatorium Itera.
Ia menyebutkan, keberadaan observatorium astronomi di Indonesia masih terbatas. Saat ini, hanya terdapat beberapa observatorium utama, di antaranya Observatorium Bosscha di Bandung, Observatorium Timau di Kupang yang dikelola BRIN, serta Observatorium Itera. Kehadiran OAIL diharapkan memperkuat kapasitas riset astronomi nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional. Selain itu, keberadaan OAIL juga mendukung riset dan pendidikan di Program Studi Sains, Atmosfer, dan Keplanetan.
Dalam diskusi tersebut, Itera menargetkan pengembangan teknologi observatorium, penguatan riset astronomi, serta pertukaran pengetahuan dan sumber daya manusia lintas negara sebagai bagian dari penguatan ekosistem sains dan teknologi berbasis astronomi di Indonesia.
Tim Liputan
Penulis : M Fauzy Zuhdi ( Perencanaan Wilayah dan Kota)
Fotografer : Sovi Alnikaromah (Teknik Sipil)







