ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi menerima hibah lahan seluas 87 hektare yang berlokasi di Pekon Sindang Pagar, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. Lahan tersebut dihibahkan oleh Universitas Brawijaya (UB), Malang, dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Serah terima hibah dilakukan di Ruang Rapat Gedung A Itera, Rabu, 28 Januari 2026. Penyerahan aset dilakukan oleh Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Agus Sunarya Sulaeman, S.S.T., Ak., M.Si., kepada Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus serta Rektor Universitas Brawijaya yang diwakili Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. Dr. Muchamad Ali Safa’at, S.H., M.H.
Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya atas inisiatif pengalihan pengelolaan lahan tersebut. Menurutnya, hibah ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan Itera sekaligus mendukung pembangunan daerah Lampung Barat. “Lahan ini akan dimanfaatkan sebagai ruang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kami juga akan tetap melibatkan Universitas Brawijaya dalam kolaborasi riset agar manfaatnya semakin luas,” ujar Rektor.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berharap lahan yang kini dikelola Itera dapat difungsikan sebagai laboratorium alam bagi dosen dan mahasiswa. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar karena berada di lokasi yang produktif, dekat dengan akses jalan utama dan pusat pemerintahan kabupaten.
“Lahan ini akan dimanfaatkan sebagai ruang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kami juga akan tetap melibatkan Universitas Brawijaya dalam kolaborasi riset agar manfaatnya semakin luas,”
Di sekitar lahan tersebut, terdapat sejumlah potensi pendukung, seperti sekolah kopi, wisata arung jeram Sungai Way Besai, serta pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan PLTA. Menurut Parosil, kehadiran Itera di Lampung Barat diharapkan dapat mendukung tiga komitmen pembangunan daerah, yakni konservasi, peningkatan literasi, dan ketangguhan terhadap bencana. “Kami menyambut baik tridarma yang akan dijalankan Itera dan berharap keberadaannya memberi dampak nyata bagi masyarakat Lampung Barat,” kata Parosil.
Kolaborasi Pemanfaatan
Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek Dr. Agus Sunarya Sulaeman, S.S.T., Ak., M.Si., menjelaskan bahwa secara kepemilikan, lahan tersebut merupakan aset Sekretariat Jenderal Kemdiktisaintek, yang pengelolaannya kini diserahkan kepada Itera. Ia berharap pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah. “Kami berharap terbangun ekosistem akademik yang kuat melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Itera dengan pemerintah daerah maupun industri untuk menghasilkan riset unggul,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Universitas Brawijaya Prof. Muchamad Ali Safa’at,menjelaskan, lahan tersebut sebelumnya digunakan UB sebagai lokasi riset dosen. Namun, keterbatasan jarak membuat pengelolaan dinilai kurang optimal. “Dengan dikelola Itera yang secara geografis lebih dekat, kami yakin lahan ini akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” kata Prof. Ali Safa’at.
Kegiatan serah terima ini turut dihadiri Kepala Seksi PKBMN IID DJKN Bramastyo Puji Lusiantoko, Kepala KPKNL Bandar Lampung Titik Wijayanti, perwakilan Kantor Pertanahan BPN Lampung Barat, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, serta jajaran pimpinan Itera.
Tim Liputan
Penulis: Rudiyansyah
Fotografer : Arfan Ismail






