Email: pusat@itera.ac.id/ | Telpon: (0721) 8030188
OAIL Amati Matahari Pada Jarak Terdekat dan Terjauhnya
Foto kenampakan Matahari pada jarak terdekat dan terjauh yang berhasil diamati oleh tim UPT OAIL ITERA, beberapa waktu lalu. Foto : Dokumentasi UPT OAIL

OAIL Amati Matahari Pada Jarak Terdekat dan Terjauhnya

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS. Tahukah kamu bahwa Bumi mengorbit Matahari pada lintasan elips? dan Matahari berada di salah satu titik fokus lintasan elips tersebut. Karena itulah, Bumi akan memiliki variasi jarak dengan Matahari. Jarak terdekat Bumi dan Matahari disebut dengan perihelion, dan jarak terjauh disebut aphelion.

Adanya variasi jarak ini membuat ukuran Matahari yang terlihat dari Bumi juga akan bervariasi. Dengan mengambil foto Matahari di titik aphelion dan perihelion menggunakan teleskop, kamera, serta pengaturan yang sama, kita bisa mendapatkan persepsi bagaimana jarak tersebut berpengaruh pada perbedaan ukuran Matahari pada saat berada di kedua titik tersebut.
Kita tahu jarak rerata Matahari-Bumi adalah sekitar 150 juta Km. Nah, pada saat perihelion jarak Matahari-Bumi hanya sekitar 147 juta Km, dan pada saat aphelion jaraknya dapat mencapai 152 juta Km. Tentu saja perbedaan jarak ini akan menimbulkan perbedaan diameter sudut Matahari.

Pada saat Bumi di aphelion, diameter sudut Matahari sekitar 0°31’27” dan pada saat Bumi di perihelion dapat mencapai 0°32.’42” Terdapat perbedaan sekitar 3,4% dari keduanya. Selain itu, Bumi tidak terasa lebih hangat untuk Belahan Bumi Utara ketika perihelion terjadi yang disebabkan elips di mana planet kita mengorbit tidak ekstrem, tetapi hampir bundar dan penyebab perubahan musiman adalah kemiringan sumbu planet.

Perihelion dan aphelion tidak menyebabkan musim, tetapi mempengaruhi panjang musim yang merupakan sesuatu yang dialami Bumi selama tahun ini. Pendekatan planet yang dekat dengan Matahari menyebabkannya bergerak sedikit lebih cepat.

Perjalanan yang lebih cepat berarti durasi pendek untuk musim dingin di Belahan Bumi Utara seperti di Jerman, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok, Mesir, Ethiopia, Jepang, Korea, Kanada, Arab Saudi, dan Filiphina, serta musim panas di Belahan Bumi Selatan seperti daerah di Benua Antarktika, Australia, sebagian Amerika Selatan, sebagian Afrika dan Asia serta empat samudera yaitu Samudera Atlantik, Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Samudera Selatan. Berdasarkan EarthSky.org, musim dingin di Belahan Bumi Utara sekitar lima hari lebih pendek dari musim panas, dan musim panas di Belahan Bumi Selatan lima hari lebih pendek dari musim dingin.

UPT OAIL pun mencoba mengabadikan Matahari ketika Bumi berada di sekitar aphelion pada bulan Juli, dan perihelion pada bulan Januari lalu. Dengan menggunakan teleskop yang sama (Coronado SolarMax III 70mm f/5.7) dan kamera ZWO ASI 178 MM. UPT OAIL berhasil mengabadikannya dan mengolah kedua gambar tersebut seperti pada tulisan ini. Terlihat perbedaan ukuran Matahari yang difoto di bulan Januari dan bulan Juli.

Catatan:
Sudut 1 lingkaran penuh = 360°
1° = 60′
1′ = 60″
° = dibaca derajat
‘ = dibaca menit busur
” = dibaca detik busur
Misal 0°31’27 = 0° + (31/60)° + (27/3600) ° = 0.52699° atau sekitar setengah derajat lebih sedikit.

Close Menu