Email: pusat@itera.ac.id/ | Telpon: (0721) 8030188
Mahasiswa Arsitektur Itera Jadi Peserta Konferensi Internasional Desain Rendah Karbon di Jepang

Mahasiswa Arsitektur Itera Jadi Peserta Konferensi Internasional Desain Rendah Karbon di Jepang

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS. Tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) asal Program Studi (Prodi) Arsitektur mewakili Indonesia, dalam Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) International Conference on Low Carbon Design 2020, di Kitakyushu Jepang. Tim yang beranggotakan Farid Ramadhan, Ikhlasul Amal, Annisa Suherman dan Siti Fauziyah Rahmawati ini akan memaparkan konsep desain rendah karbon dengan komponen utama material bambu. Dua perwakilan mahasiswa, Farid Ramdhan dan Iklasul Amal, sudah berada di Jepang, dan mengikuti serangkaian kegiatan konferensi, sejak 15 Februari 2020.

Kegiatan bertajuk Less is MoJi-Reboot the City tersebut akan diselenggarakan di The Universty of Kitaksyuhu, Jepang pada 15 Februari – 1 Maret 2020. Mahasiswa delegasi Itera akan bergabung bersama seluruh mahasiswa arsitektur dan ilmu terkait dari berbagai negara seperti China, Jepang, Vietnam, Malaysia, Spanyol, India, dan Myanmar.

Nantinya masing-masing delegasi akan bersaing pemaparan hasil penelitian tentang desain rendah karbon yang telah dibuat, menjadi sebuah research paper, lalu dilanjutkan dengan workshop setelah konferensi selesai.

“Bambu tumbuh di mana saja, karena kurangnya pengetahuan tentang bahan ini, masyarakat akhirnya tidak mau mempelajari sifat bahan bambu ini. Bambu dengan cepat menghasilkan biomassa, terbarukan, dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan menyimpan kadar CO2 yang tinggi.”

Farid Ramdhan, menjelaskan pemilihan topik material bambu sebagai salah satu material desain yang rendah karbon karena   penggunaan material ini pada arsitektur dapt mengurangi penggunaan kayu yang berlebihan  dapat pula digunakan sebagai material alternatif dengan keberlanjutan yang sangat tinggi dibandingkan penggunaan kayu atau baja bahkan beton.

“Bambu tumbuh di mana saja, karena kurangnya pengetahuan tentang bahan ini, masyarakat akhirnya tidak mau mempelajari sifat bahan bambu ini. Bambu dengan cepat menghasilkan biomassa, terbarukan, dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan menyimpan kadar CO2 yang tinggi, diameter lebar, panjang dan daya tahan adalah fitur khas dan sangat diinginkan yang dapat menguntungkan lingkungan buatan yang baru,”jelas Farid.

Inovasi dari Bambu

Menurut Farid, keikutsertaan mereka dalam konferensi internasional tersebut bertujuan untuk memberikan peningkatan pengetahuan bagi desainer dan arsitek Indonesia dan mancanegara bahwa banyak inovasi desain dapat diperoleh dari bahan bambu.

AILCD International Conference on Low Carbon Design 2020 merupakan kegiatan tahunan yang berlangsung di Kitakyushu University di Jepang. Kitakyushu merupakan sebuah kota industri internasional yang terletak di utara kota Kyushu, Jepang yang diresmikan pada Februari tahun 1963 oleh penggabungan yang setara dari lima kota: Moji, Kokura, Wakamatsu, Yahata dan Tobata. Kitakyushu berkembang sebagai salah satu basis distribusi paling penting di Jepang dikarenakan keunggulan geografis wilayah Kitakyushu yang telah makmur sebagai persimpangan utama lalu lintas laut dan darat sejak dahulu kala. [Humas]

 

Close Menu