ITERA NEWS – Dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) Kelompok 134 menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran sapi.
Kegiatan tersebut menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat setempat melalui penyuluhan pemanfaatan limbah peternakan serta praktik langsung pembuatan pupuk kompos dengan campuran kotoran sapi dan aktivator mikroorganisme (EM4). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai guna, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Ketua Kelompok KKN 134, Andiva Nur Prabowo, menyampaikan bahwa pupuk organik memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan pupuk anorganik. “Pupuk ini memiliki keunggulan dari sisi kandungan NPK yang baik, kualitas yang tinggi, serta harga yang terjangkau,” ujar Andiva.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai guna, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Selain dibekali materi penyuluhan, Kelompok Wanita Tani juga mendapatkan pemahaman mengenai potensi pengembangan dan pemasaran produk pupuk kompos agar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah limbah peternakan secara mandiri untuk meningkatkan kesuburan tanah, produktivitas pertanian, serta menjaga kelestarian lingkungan desa. Program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga. Mahasiswa Itera berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan agar masyarakat dapat menerapkan pembuatan pupuk kompos secara berkelanjutan.
Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)


