ITERA NEWS — Pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di Kabupaten Tangerang, Banten, menghadirkan peluang ekonomi sekaligus tantangan dalam penataan ruang, penyediaan infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan. Untuk mengkaji persoalan tersebut, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Institut Teknologi Sumatera (Itera), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 5–9 Oktober 2026.
Mengusung tema “Pengembangan Wilayah Kabupaten Tangerang Berbasis Industri dan Perkotaan Tangguh”, kegiatan yang melibatkan mahasiswa ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan persoalan wilayah serta merumuskan arah pengembangan kawasan secara terpadu dan berkelanjutan.
Tim dosen PWK Itera melakukan pengumpulan data dan pengkajian lapangan untuk memahami karakteristik wilayah, pola pemanfaatan ruang, perkembangan kawasan industri dan permukiman, serta ketersediaan infrastruktur. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar untuk menyusun rekomendasi perencanaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan daerah. Dosen PWK Itera, TiNela Agustin Kurnianingsih, S.T., M.T., mengatakan pemahaman terhadap kondisi lapangan diperlukan agar rekomendasi perencanaan tidak hanya bertumpu pada kajian akademik, tetapi juga mempertimbangkan persoalan nyata yang dihadapi daerah.
Sejumlah persoalan menjadi perhatian dalam kajian ini, antara lain keterhubungan kawasan industri dengan permukiman, kebutuhan infrastruktur dan mobilitas penduduk, serta efisiensi pemanfaatan ruang.
Selain melakukan pengkajian lapangan, tim menggelar audiensi dan diskusi terpumpun bersama Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang. Pertemuan tersebut membahas keterkaitan hasil kajian akademik dengan kebijakan penataan ruang, arah pengembangan wilayah, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Diskusi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengelola pertumbuhan kawasan industri dan perkotaan.
Sejumlah persoalan menjadi perhatian dalam kajian ini, antara lain keterhubungan kawasan industri dengan permukiman, kebutuhan infrastruktur dan mobilitas penduduk, serta efisiensi pemanfaatan ruang. Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kualitas kehidupan masyarakat maupun keberlanjutan perkembangan wilayah.
Tim PWK Itera juga mengkaji struktur dan pola ruang, hubungan antara aktivitas industri dan kawasan permukiman, serta peran konektivitas infrastruktur dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Kajian tersebut diarahkan untuk merumuskan konsep penataan ruang perkotaan yang adaptif terhadap perubahan, sekaligus memperhatikan risiko pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Itera, Ir. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han)., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghubungkan keahlian akademik dengan kebutuhan pembangunan di daerah. (Rilis/Humas)
