ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) berkolaborasi dengan Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), Program Studi Matematika, Program Studi Teknik Kelautan, dan International Astronomical Union (IAU) menyelenggarakan Network for Astronomy School Education (NASE) 2026 di SMA Negeri 1 Sidomulyo, Lampung Selatan, pada 1–2 September 2026. Kegiatan yang diikuti 20 guru dari sejumlah SMP dan SMA di Lampung Selatan ini memberikan pengalaman belajar astronomi melalui kuliah, hands-on workshop, diskusi, persiapan observasi, hingga pengamatan langit malam menggunakan teleskop.
Peserta berasal dari SMAN 1 Candipuro, SMAN 1 Sidomulyo, SMP Islam Kalianda, SMAN 1 Penengahan, SMPN Satu Atap 1 Kalianda, dan SMA Life Skills Kesuma Bangsa. Materi yang diberikan antara lain Stellar Evolution dan Solar System, serta lokakarya Astronomy Beyond The Visible, The Young Astronomer’s Briefcase, Astrobiology, dan Planets and Exoplanets.
Salah satu rangkaian kegiatan adalah observasi langit malam pada 1 September 2026 yang dipimpin Laboran OAIL Aditya Abdilah Yusuf. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta NASE, tetapi juga puluhan guru, keluarga, dan masyarakat sekitar sekolah. Mereka berkesempatan mengamati sejumlah objek langit melalui teleskop.
Kepala SMA Negeri 1 Sidomulyo mengapresiasi pemilihan sekolahnya sebagai lokasi NASE 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan astronomi sekaligus memperoleh pengalaman pembelajaran sains yang dapat diterapkan di sekolah.
Salah satu rangkaian kegiatan adalah observasi langit malam pada 1 September 2026 yang dipimpin Laboran OAIL Aditya Abdilah Yusuf. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta NASE, tetapi juga puluhan guru, keluarga, dan masyarakat sekitar sekolah.
Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan, Matematika, serta Teknik Kelautan Itera sebagai instruktur, pendamping, dan asisten. Nindhita Pratiwi membawakan materi Solar System, sedangkan Annisa Novia Indra Putri menyampaikan materi Stellar Evolution. Sejumlah dosen dan mahasiswa lainnya terlibat dalam lokakarya, working group, dan observasi.
Pemilihan SMA Negeri 1 Sidomulyo juga memiliki cerita tersendiri bagi SAP Itera. Salah satu guru di sekolah tersebut, Gabriella Maharani, merupakan mahasiswa angkatan pertama Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera. Gabriella pernah mengikuti NASE pada 2018 ketika masih menjadi mahasiswa.
Ketua pelaksana NASE 2026, Nindhita Pratiwi, mengatakan pengalaman Gabriella menjadi penghubung antara perjalanan pendidikan astronomi dan kiprahnya sebagai pendidik. “Dulu Bu Gabriella mengikuti NASE sebagai peserta, dan sekarang kami dapat menyelenggarakan NASE di sekolah tempat beliau mengabdi. Bagi kami, ada cerita yang istimewa,” kata Nindhita.
Melalui NASE 2026, Itera mendorong penguatan kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan pendidikan astronomi. Program tersebut juga diharapkan memperkenalkan astronomi sebagai bagian dari pembelajaran sains yang interaktif dan kontekstual, sekaligus memperkuat kompetensi serta jejaring guru. (Rilis/Humas)



