ITERA NEWS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera), mengadakan kegiatan Edukasi Dasar Listrik dan Energi Terbarukan bagi Siswa Sekolah Dasar melalui Media Pembelajaran Interaktif di SD Islam Darul Athfal, Bandar Lampung, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan 28 siswa kelas IV sebagai peserta utama.
Program tersebut dilatarbelakangi pentingnya membangun literasi energi sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga diajak memahami sains di balik energi serta menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah tantangan krisis iklim global.
Ketua tim PkM, Dr. Suratun Nafisah, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa konsep listrik dan energi kerap dianggap abstrak bagi anak-anak. Karena itu, pembelajaran dirancang berbasis active learning dengan pendekatan visual, praktik langsung, dan interaksi. “Melalui metode ini, siswa tidak hanya menghafal, tetapi mengalami sains secara langsung,” ujar Dr. Suratun.
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Tria Kasnalestari, S.T., M.T., Nia Saputri Utami, S.T., M.T., Dr. Swadexi Istiqphara, S.T., M.T., Afit Miranto, S.T., M.T., Purwono Prasetyawan, S.T., M.T., serta Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator, yakni Alfin Mahmud, Alif Renaldi Pratama, Benediktus Satryawan Marbun, Tiwa Rafsanzani Arifin, Arnes Sugiharto Manalu, Danny Farel Yudika Pardosi, Wilda Rahayu Ningsih, Kio Almuzaka, Timotius Jeruly Barus, dan Dhanra Akhdan Ziyad Fakhroully.
Selama ini, konsep listrik dan energi kerap dianggap abstrak bagi anak-anak. Karena itu, pembelajaran perlu dirancang berbasis active learning dengan pendekatan visual, praktik langsung, dan interaksi.
Materi pembelajaran mencakup konsep dasar listrik, berbagai sumber energi, serta pengenalan energi terbarukan seperti matahari, air, angin, dan panas bumi. Pemaparan disampaikan Tria Kasnalestari, S.T., M.T., yang mengajak siswa memahami bahwa energi tidak dapat diciptakan manusia, tetapi dapat diubah ke berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain pemaparan materi, siswa melakukan percobaan langsung menggunakan alat peraga edukatif, seperti Miniatur Rumah Solar Sel, Generator Lampu, Kipas dan Robot Solar Sel, serta Gerbang Listrik. Dalam setiap sesi, siswa didampingi fasilitator mahasiswa Teknik Elektro Itera agar proses eksplorasi berjalan aman dan efektif.
Untuk mengukur dampak pembelajaran, tim pelaksana juga melaksanakan pre-test dan post-test. Di akhir kegiatan, siswa dan pihak sekolah menerima kit pembelajaran listrik dan energi terbarukan sebagai sarana pendukung literasi sains berkelanjutan.
Kepala SD Islam Darul Athfal, Khairunnisa, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, pembelajaran interaktif seperti ini memberi pengalaman bermakna bagi siswa.
“Melalui alat peraga ini, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar ‘mengalami sains’ secara langsung,” katanya.
Kegiatan ini sekaligus sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam membentuk generasi yang peduli terhadap transisi energi hijau. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kerja sama secara simbolis dari tim pengabdian kepada pihak sekolah sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di tingkat dasar. (Rilis/Humas)





