Email: pusat@itera.ac.id/ | Telpon: (0721) 8030188
Sentra HKI ITERA Dorong Peningkatan Penelitian Berbasis Kekayaan Intelektual

Sentra HKI ITERA Dorong Peningkatan Penelitian Berbasis Kekayaan Intelektual

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS. Sentra Hak Kekayaan Intelektual (KHI) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di bawah Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LP3) ITERA mengadakan kegiatan sosialisasi daring tentang kekayaan intelektual bertajuk Memahami Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk meningkatkan Penelitian dan PKM berbasis Kekayaan Intelektual, Senin (27/7/2020).  Dalam kegiatan ini dibahas tentang jenis-jenis kekayaan intelektual dan proses pengelolaan kekayaan intelektual di perguruan tinggi.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta sivitas akademika ITERA dan masyarakat umum tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkumham RI Dra. Dede Mia Yusanti, MLS.  dan Dr.rer.pol.Eko Agus Prasetio, S.T.,MBA. selaku Kepala Divisi Transfer Teknologi, LPIK ITB yang juga Dosen Sekolah Bisnis Manajemen ITB, dengan moderator Martin Clinton Tosima Manullang, S.T., M.T. anggota Tim Pengelola Sentra HKI ITERA yang juga dosen Prodi Teknik Informatika ITERA.

Ketua LP3 ITERA, Dr.Eng Ratna Widyawati, S.T., M.T. dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan  tentang kekayaan intelektual baik itu penyusunan draft paten sampai ke tahapan pendaftaran kepada sivitas akademika ITERA. Diharapkan kegiatan ini mendorong para dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan PKM yang berbasis atau berorientasi kekayaan intelektual.

“Seperti yang diketahui bahwa manfaat kekayaan intelektual itu amat sangat besar baik itu bagi perguruan tinggi maupun bagi inventor/pemilik kekayaan Intelektual,” ujar Dr. Ratna.

Ketua LP3 ITERA juga berharap ada peningkatan jumlah kekayaan intelektual yang didaftarkan oleh ITERA, karena pada tahun 2020 ini ITERA menganggarkan dana pendaftaran untuk 3 paten, 3 paten sederhana dan 4 hak cipta.

Dalam pemaparan materi, Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkumham RI Dra. Dede Mia Yusanti, MLS menjelaskan jenis-jenis kekayaan intelektual dan proses pendaftaran kekayaan intelektual yang saat ini semua kekayaan intelektual di Indonesia dilindungi oleh negara selama melalui proses pendaftaran ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI. Dede berpesan terkait dengan kekayaan intelektual di perguruan tinggi peran Sentra KI harus ditingkatkan, selain itu di setiap perguruan tinggi harus ada sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam hal penyusunan draft/deskripsi paten.

Kolaborasi Perguruan Tinggi

Sementara Dr.rer.pol.Eko Agus Prasetio, S.T.,MBA. menyampaikan peran LPIK di ITB dan sistem pengelolaan Kekayaan Intelektual di ITB serta contoh-contoh pengelolaan dan komersialisasi kekayaan intelektual yang dimiliki oleh ITB. Dr. Eko mengingatkan bahwa kekayaan intelektual di perguruan tinggi harus dikelola dengan baik. “Dikelola tidak hanya didaftarkan saja tapi juga harus sampai mengkomersialisasikannya sehingga memberikan keuntungan bagi perguruan tinggi,”ujar  Eko.

Di akhir pemaparannya Eko mengajak sivitas akademika di ITERA untuk melakukan kolaborasi ataupun kerja sama di bidang teknologi maupun hal yang berkaitan dengan kekayaan intelektual dengan berbagai stakeholder yang mendukung.

Di akhir kegiatan, moderator Martin Clinton Tosima Manullang, S.T., M.T. menyimpulkan bahwa sebagai dosen/peneliti yang menjalankan tri dharma, luaran penelitian bisa jauh lebih bermanfaat baik bagi dosen, kampus, dan masyarakat apabila ada tindak lanjut dari luaran penelitian.

“Sebagaimana perguruan tinggi yang mengusung slogan ITERA for Sumatera, semua sivitas akademika bisa bersama-sama untuk menghilirisasi segala macam karya yang dibuat bersama, untuk sama-sama bisa disalurkan ke pengguna demi perkembangan teknologi di Pulau Sumatera,”pungkas Martin. [Humas]

Close Menu