Email: pusat@itera.ac.id/ | Telpon: (0721) 8030188
Perlunya Inovasi Kopi Lampung

Perlunya Inovasi Kopi Lampung

Print Friendly, PDF & Email

Ditulis Oleh : Hendra Saputra, S.T.P., M.P.

(Dosen Prodi Teknologi Industri Pertanian Institut Teknologi Sumatera)

 

OPINI ITERA. BERTANI merupakan mata pencaharian masayarakat untuk memberikan kehidupan. Baik untuk diri sendiri maupun banyak orang. Sistem bertani yang dilakukan masyarakat pada umumnya secara konvensional yaitu ilmu bertani yang diperoleh secara turun temurun. Tentu dengan adanya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 perlu adanya perubahan bagi petani. Baik dari sistem bercocok tanam, pascapanen, maupun mengolah hasil pertanian dengan adanya sentuhan teknologi.

Hasil penelitian perguruan tinggi terkait pengembangan produk pertanian pun telah banyak. Akan tetapi belum dapat diaplikasikan di lapangan, tidak banyak masyarakat dapat mengetahui teknologi tersebut karena kurangnya informasi yang diterima petani sehingga tidak dapat mengaplikasikan teknologi tersebut. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah serta asosiasi untuk dapat menyalurkan informasi teknologi kepada masyarakat. Sehingga teknologi yang dihasilkan sampai pada sasaran dan hasil pertanian dapat ditingkatkan dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Kopi misalnya, merupakan komoditas ekspor sebagai penyumbang devisa negara sehingga kopi dikenal masyarakat internasional. Saat ini minum kopi menjadi trend di semua kalangan. Karenanya banyak usaha dan bisnis seperti tempat tongkrongan yang menyediakan tempat untuk menikmati kopi. Selain itu, sangat banyak barista baru yang hadir di dunia perkopian dengan gaya penyajian kopi yang berbeda-beda. Kemudian terbentuknya Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) diharapkan selalu memberikan inovasi dan semangat untuk menumbuhkan pengusahapengusaha baru di bidang kopi. Tentu dengan kopi yang baik. Yaitu kopi yang berasal dari tanaman yang baik, panen yang tepat, dan pengolahan dengan alat baik.

Ada 4 jenis kopi yaitu arabika, robusta, liberika, dan luwak. Namun paling banyak dibudidayakan di Provinsi Lampung yaitu jenis kopi robusta yang sudah dikenal masyarakat luas. Kopi jenis ini memiliki cita rasa pekat dan agak pahit. Hal ini dikarenakan kandungan kafein yang tinggi, aroma mirip dengan cokelat, teh hitam, dan kacangkacangan. Hal ini perlu kita banggakan  karena sangat banyak industri-industri yang memanfaatkan kandungan kopi untuk menghasilkan produk dengan harga yang sangat mahal. Seperti kefein, asam klorogenat, asam alifatik, dan melanoidins sebagai bahan dasar di industri pangan dan farmasi serta aroma kopi untuk industri parfum.

Keberadaan Institut Teknologi Sumatera (Itera) bertujuan memberikan perubahan terhadap Pulau Sumatera dengan menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang teknik dan teknologi yang nantinya akan berkontribusi untuk kemajuan di Pulau Sumatera dengan memberikan inovasi dan memaksimalkan potensi-potensi yang ada di Pulau Sumatera sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat. Pulau Sumatera memiliki sektor pertanian sangat luas sehingga hal ini menjadi alasan Itera membentuk Program studi Teknologi Industri Pertanian yang diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan teknologi untuk hasil pertanian baik pangan maupun non-pangan. Sehingga dapat memperkuat industri pertanian yang telah ada dan menumbuhkan industri-industri pertanian yang baru.

Hal ini supaya dapat memajukan pertanian di pulau Sumatera. Saat ini, kami sedang merancang pilot plant untuk pusat studi kopi yang nanti diharapkan dapat menjadi wadah untuk inovasi kopi di Provinsi Lampung, Selain itu perencanaan ke depan, kami akan mempersiapkan suatu website dimana ada market place (pasar online) dengan tujuan mempertemukan buyer dan seller yang dapat diakses oleh setiap orang. Kemudian menyediakan e-learning untuk petani, barista dan setiap orang yang ingin menekuni usaha kopi, tenaga pengajar akan diampu oleh dosen serta praktisi yang berpengalamandi bidang kopi. (*)

Tulisan ini telah diterbitkan di Surat Kabar Harian Radar Lampung

(Minggu,8 September 2019)

 

Close Menu