You are currently viewing Mahasiswa Hindu Itera Hadirkan Pelatihan Teknologi dan Seni di Desa Mataram Pringsewu

Mahasiswa Hindu Itera Hadirkan Pelatihan Teknologi dan Seni di Desa Mataram Pringsewu

ITERA NEWS – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Hindu Itera (Gamahira) melaksanakan pengabdian dalam upaya meningkatkan literasi teknologi, budaya, serta penguatan nilai keagamaan bersama generasi muda. Kegiatan yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi di Dusun Pujosari, Desa Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu ini melibatkan anak-anak dan warga lokal melalui kolaborasi unik yang memadukan sains, seni tradisional, dan penguatan spiritual di Pasraman Ganesha. Pengabdian berlangsung pada 23-27 Juni 2026.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. I Putu Mahendra, S.Si., menyampaikan bahwa  mahasiswa mengimplementasikan pembelajaran inovasi teknologi dengan menghadirkan demonstrasi media berbasis riset (Research Based Learning). “Anak-anak desa diajak berinteraksi langsung dengan beberapa alat peraga edukatif, mulai dari EcoBreeze Mini untuk memahami konsep filtrasi udara, saklar sensor suara berbasis otomatisasi tepuk tangan, hingga prototipe mobil berbasis Internet of Things (IoT) guna mengenalkan sistem kendali digital masa kini,” ujar Dr. I Putu Mahendra.

Metode ini juga menghadirkan eksperimen kimia sederhana “Gunung Meletus” yang mempraktikkan reaksi asam-basa menggunakan bahan harian seperti soda kue dan cuka.

Anak-anak desa diajak berinteraksi langsung dengan beberapa alat peraga edukatif, mulai dari EcoBreeze Mini untuk memahami konsep filtrasi udara, saklar sensor suara berbasis otomatisasi tepuk tangan, hingga prototipe mobil berbasis Internet of Things (IoT) guna mengenalkan sistem kendali digital masa kini

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Ni Luh Ketut Mas Angelica Sughary, menyampaikan, program ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi ingin belajar bersama warga, dan meninggalkan kesan baik berupa keterampilan teknologi maupun penguatan identitas budaya dan keagamaan komunitas Hindu di Desa Mataram. “Selain penerapan di bidang teknologi, penguatan karakter spiritual dan pelestarian budaya juga menjadi pilar utama yang di inginkan dari program ini,”tambahnya.

Ia juga menambahkan mahasiswa menanamkan ajaran Tri Kaya Parisudha yakni menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan baik melalui metode cerita interaktif dan permainan edukatif. Keseimbangan spiritual ini kemudian disempurnakan melalui sesi yoga bersama warga untuk kesehatan jiwa dan raga.

Dalam rangka pelestarian budaya, tim KKN Rekognisi menghadirkan pelatihan tari tradisional Bali serta pelatihan Ngayah Klakat (membuat anyaman bambu untuk sarana upacara). Aktivitas gotong royong keagamaan ini sengaja dipilih agar nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian ikhlas tertanam kuat pada generasi penerus desa.

Melalui seluruh rangkaian program KKN Rekognisi ini, diharapkan adanya ketertarikan anak-anak Desa Mataram terhadap dunia sains, kokohnya identitas budaya Bali-Hindu di lingkungan sekitar, serta terciptanya hubungan harmonis yang berkelanjutan antara sivitas akademika Itera dan masyarakat daerah.

Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)