ITERA NEWS – Dua dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) dipercaya menjadi bagian dari tim seleksi nasional laporan akhir penelitian yang akan menentukan peserta terbaik menuju babak final OPSI 2026. Dr. Eng. Feerzet Achmad, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Kimia dan Yusron Darojat, S.Pd., M.Sc. dari Program Studi Fisika dipercaya sebagai tim penilai yang berperan dalam menilai kualitas, orisinalitas, serta potensi pengembangan berbagai karya penelitian siswa dari seluruh Indonesia.
OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) merupakan ajang bergengsi nasional yang diselenggarakan untuk mendorong budaya riset, kreativitas, dan inovasi di kalangan pelajar SMP dan SMA. Kontribusi ini dalam upaya mendukung pengembangan talenta muda Indonesia melalui keterlibatan dosen dalam proses seleksi OPSI 2026 tingkat SMA. Kegiatan seleksi laporan akhir OPSI 2026 tingkat SMA berlangsung pada 8–11 September 2026 di Hotel Luminor, Jakarta. Melalui proses seleksi yang ketat, para penilai melakukan evaluasi terhadap laporan akhir penelitian peserta untuk menentukan karya-karya terbaik yang berhak melaju ke tahap final OPSI 2026 yang akan dilaksanakan pada 24–30 September 2026.
Dr. Eng. Feerzet Achmad dan Yusron Darojat, S.Pd., M.Sc., beserta tim dipercaya dalam menjaring 5.676 proposal penelitian yang sebelumnya berhasil dikumpulkan pada tahap awal, kemudian diseleksi menjadi 2.637 laporan akhir, hingga akhirnya hanya 27 finalis yang terpilih untuk mengikuti tahap final.
Keterlibatan dosen Itera dalam seleksi nasional ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem riset sejak jenjang pendidikan menengah.
Penutupan kegiatan seleksi laporan akhir OPSI 2026 dihadiri oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, proses seleksi diapresiasi sebagai bagian penting dalam memastikan lahirnya generasi muda Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan berbasis penelitian.
Keterlibatan dosen Itera dalam seleksi nasional ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem riset sejak jenjang pendidikan menengah. Melalui pengalaman dan kepakaran para dosen, Itera turut berkontribusi dalam menjaga kualitas kompetisi ilmiah nasional sekaligus mendukung lahirnya calon-calon peneliti muda Indonesia.
Ke depan, keterlibatan Itera dalam berbagai kegiatan pengembangan prestasi akademik nasional diharapkan semakin mempererat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah dalam membangun budaya inovasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia.
Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)

