You are currently viewing Tim Hiliriset Itera Paparkan Sistem Palang Pintu Kereta Api Otomatis Berbasis AI dan IoT kepada PT KAI

Tim Hiliriset Itera Paparkan Sistem Palang Pintu Kereta Api Otomatis Berbasis AI dan IoT kepada PT KAI

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus mendorong hilirisasi hasil riset untuk mendukung keselamatan transportasi. Salah satunya melalui pengembangan sistem palang pintu perlintasan kereta api sebidang otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), yang telah memasuki tahap akhir perencanaan. Rencana pengembangan dan implementasi teknologi tersebut dipaparkan Tim Hiliriset Itera kepada jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang, Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan berlangsung dalam kunjungan Tim Hiliriset Itera ke PT KAI Divre IV dan dihadiri Executive Vice President Divisi Regional IV Tanjungkarang Hendy Helmy, Deputy Divisi Regional IV Tanjungkarang, serta jajaran internal PT KAI Divre IV. Dari Itera, kegiatan diikuti Dosen Teknik Sipil Ir. Muhammad Abi Berkah Nadi, S.T., M.T., Ir. Meutia Nadia Karunia, S.T., M.T., Ali Muhtar, S.Pd., M.Eng., Dr. Rico Aditia Prahmana, S.T., M.Sc., dan Ahmad Yudi, S.T., M.T., bersama sejumlah mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Tim Hiliriset Muhammad Abi Berkah Nadi, menjelaskan rencana hilirisasi sistem palang pintu perlintasan kereta api sebidang otomatis yang terintegrasi dengan teknologi IoT dan AI tersbeut telah memasuki tahap penyempurnaan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan, keandalan operasional, dan kemampuan pemantauan perlintasan secara terintegrasi.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah Command Center sebagai pusat pemantauan kondisi perlintasan. Informasi dari perangkat di lapangan dapat dikirimkan dan dipantau secara jarak jauh melalui telepon seluler sehingga kondisi perlintasan dapat diketahui pihak terkait dengan lebih cepat.

Informasi dari perangkat di lapangan dapat dikirimkan dan dipantau secara jarak jauh melalui telepon seluler sehingga kondisi perlintasan dapat diketahui pihak terkait dengan lebih cepat.

Pengembangan sistem mencakup sejumlah komponen, antara lain CCTV, sensor, jaringan komunikasi, sumber energi, serta sistem operasional perlintasan. Sensor menjadi bagian penting karena harus mampu mendeteksi kondisi perlintasan dan keberadaan kendaraan atau objek di area perlintasan secara akurat.

Dosen Teknik Sipil Itera, Abi juga menyampaikan, pengembangan sistem juga perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi perlintasan. Salah satunya melalui pengaturan parameter timing palang pintu berdasarkan kondisi lokasi dan operasional kereta api. “Diperlukan kajian mekanisme deteksi kendaraan atau benda pada area perlintasan, kemudian menentukan mekanisme dan parameter timing palang pintu yang dapat disesuaikan berdasarkan karakteristik lokasi dan operasional kereta,” ujar Abi.

Aspek penyediaan energi turut menjadi perhatian. Tim mengkaji beberapa alternatif, seperti listrik PLN, baterai, panel surya, dan genset, termasuk mekanisme perpindahan serta sumber energi cadangan untuk menjaga sistem tetap beroperasi ketika terjadi gangguan.

Dalam diskusi, PT KAI Divre IV memberikan masukan agar sistem dilengkapi skenario penanganan apabila terjadi gangguan pada sensor, CCTV, jaringan komunikasi, maupun perangkat palang pintu. Hal tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kegagalan sistem dalam membaca kondisi perlintasan. Masukan PT KAI selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan rancangan sistem. Tim Hiliriset Itera akan melakukan kajian lebih lanjut mengenai desain sistem dan kebutuhan perangkat untuk tahap pengembangan dan pengujian, termasuk spesifikasi, fungsi, jumlah, sumber perangkat, serta kompatibilitas setiap komponen dengan sistem utama dan Command Center. (Rilis/Humas)