You are currently viewing Itera Ajak Siswa Manfaatkan Limbah Galon Plastik untuk Hidroponik

Itera Ajak Siswa Manfaatkan Limbah Galon Plastik untuk Hidroponik

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengajak siswa SMA Negeri 6 Bandar Lampung memanfaatkan limbah galon plastik menjadi media budidaya tanaman hidroponik. Edukasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Limbah Galon Plastik melalui Teknologi Hidroponik Wick untuk Mendukung Edukasi Ekonomi Sirkular di SMA Negeri 6 Bandar Lampung”.

Kegiatan PkM diketuai Fadli Hastito, M.T., dengan anggota Agapetalia Indriyawati, S.T., M.Sc., Zumaida Nur Pulungan, M.Si., Frida Yassar Maula, M.Si., Kristya Hadi Wicaksono, S.T., M.T., Restika Putri, S.T., M.T., Nova Anika, S.T.P., M.Si., Ph.D., dan Ni Wayan Arya Utari, M.Sc.

Fadli Hastito menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi dan Program Studi Teknik Biosistem Itera. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada konsep ekonomi sirkular sekaligus praktik pemanfaatan kembali material yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada konsep ekonomi sirkular sekaligus praktik pemanfaatan kembali material yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan galon plastik bekas. Siswa diajak mengolah limbah tersebut menjadi wadah budidaya tanaman sebagai bentuk penerapan prinsip reuse atau penggunaan kembali.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknologi hidroponik wick. Siswa mempelajari prinsip kerja, komponen utama, serta kebutuhan dasar tanaman dalam sistem tersebut. Hidroponik wick memanfaatkan sumbu untuk menyalurkan air dan nutrisi dari wadah menuju media tanam melalui prinsip kapilaritas.

Tim PkM juga memberikan demonstrasi dan mengajak siswa melakukan praktik secara langsung. Siswa mengikuti tahapan pembuatan sistem hidroponik, mulai dari menyiapkan wadah, memasang sumbu, menempatkan media tanam, hingga memahami kebutuhan air dan nutrisi tanaman.

Praktik tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk memahami keterkaitan antara pemanfaatan kembali limbah, prinsip kerja teknologi hidroponik, dan proses budidaya tanaman. Pendekatan berbasis praktik diharapkan membuat materi ekonomi sirkular lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Rilis/Humas)