You are currently viewing Kenalkan Pertanian Modern, Itera Hadirkan Kebun Hidroponik Multi-Sistem di SMAN 6 Bandar Lampung

Kenalkan Pertanian Modern, Itera Hadirkan Kebun Hidroponik Multi-Sistem di SMAN 6 Bandar Lampung

ITERA NEWS – Sejumlah sistem hidroponik diperkenalkan kepada siswa SMAN 6 Bandar Lampung sebagai cara mengenalkan teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan dengan lahan terbatas. Melalui kegiatan tersebut, Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengajak siswa mempelajari budidaya pakcoy, sawi, dan selada dengan beberapa metode hidroponik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Kelompok Keilmuan Agroteknologi Tropis Berkelanjutan Itera itu berlangsung di SMAN 6 Bandar Lampung, Rabu, 2 September 2026. Selain mengenalkan teknologi budidaya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk memahami proses menanam hingga memanen sayuran menggunakan sistem hidroponik.

Tim Itera mengenalkan beberapa metode, yakni hidroponik wick, Deep Flow Technique (DFT), dan tower. Ketiga metode tersebut memiliki karakteristik dan kebutuhan instalasi yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi lahan serta ketersediaan sarana.

Pada metode wick, misalnya, larutan nutrisi disalurkan ke tanaman melalui sumbu tanpa menggunakan pompa sehingga relatif sederhana untuk diterapkan. Sementara itu, metode DFT menggunakan aliran larutan nutrisi pada instalasi pipa yang disusun horizontal. Adapun sistem tower memanfaatkan ruang secara vertikal dengan menempatkan tanaman secara bertingkat. Selain mengenalkan sistem hidroponik, peserta mempelajari tahapan budidaya tanaman, mulai dari pemilihan dan persiapan bibit, penanaman, pengelolaan air dan nutrisi, pemeliharaan, hingga panen. Pakcoy, sawi, dan selada dipilih sebagai tanaman praktik karena sesuai untuk dibudidayakan dengan sistem hidroponik.

Pengenalan beberapa sistem hidroponik diharapkan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa teknologi pertanian dapat diterapkan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan

Ketua PkM Agapetalia Indriyawati, S.T., M.Sc. mengatakan pengenalan beberapa sistem hidroponik diharapkan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa teknologi pertanian dapat diterapkan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan. Menurut dia, perbedaan karakteristik setiap sistem memungkinkan masyarakat memilih metode budidaya berdasarkan kebutuhan, termasuk keterbatasan lahan dan ketersediaan peralatan.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari SMAN 6 Bandar Lampung. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 6 Bandar Lampung Ikhsanudin, S.Pd., Gr. mengatakan materi yang diberikan memberikan wawasan baru mengenai teknologi budidaya tanaman yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

“Pengenalan berbagai sistem, mulai dari hidroponik model wick yang tidak menggunakan pompa hingga model DFT dan tower, memberikan gambaran yang lebih luas mengenai alternatif budidaya tanaman yang dapat diterapkan,” ujar Ikhsanudin.

Kegiatan didampingi guru mata pelajaran Kimia dan Biologi, Erlina Eka Suranti, S.Si. dan Nurlia, S.Pd. Pendampingan tersebut membantu peserta mengikuti materi dan praktik selama kegiatan berlangsung. Melalui pengenalan hidroponik multi-sistem, Itera mendorong siswa untuk melihat pertanian tidak hanya sebagai kegiatan budidaya konvensional, tetapi juga sebagai bidang yang dapat memanfaatkan teknologi untuk menjawab keterbatasan lahan dan kebutuhan pangan. (Rilis/Humas)