Itera Dukung Kemandirian Petani Pulau Pahawang Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Itera Dukung Kemandirian Petani Pulau Pahawang Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendorong kemandirian petani di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, melalui pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis limbah pertanian. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menghadirkan solusi konkret untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi dan kualitas tanah secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Jelarangan tersebut merupakan bagian dari program PkM Itera yang dilaksanakan sepanjang Mei hingga Desember 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat desa, khususnya petani, agar mampu mengolah limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomis.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan limbah pertanian, manfaat pupuk organik, serta prinsip dasar pengomposan. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung mulai dari pemilihan bahan, proses pencampuran, pemberian aktivator, hingga teknik pengolahan yang tepat. Keterlibatan aktif peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan limbah sebagai sumber daya produktif.

Ketua Tim PkM Itera, Dr. Elsa Windiastuti, S.TP., M.Si., menjelaskan bahwa limbah pertanian selama ini masih sering dipandang sebagai sisa yang tidak bernilai, padahal memiliki potensi besar untuk mendukung produktivitas lahan. “Melalui program ini, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. Dengan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, limbah pertanian dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. Dengan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, limbah pertanian dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan hasil pertanian

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Itera dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Ilmu yang dikembangkan di kampus harus mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, termasuk dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani,” kata Elsa.

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. “Pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan petani. Kami berharap pengetahuan ini tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi menjadi kebiasaan baru dalam mengelola limbah pertanian,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua BUMDes Pulau Pahawang, Nasrudin, yang melihat peluang pengembangan ekonomi dari program tersebut. “Pengolahan limbah menjadi pupuk organik memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha produktif masyarakat. BUMDes siap mendukung melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan pemerintah desa agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Program ini akan terus berlanjut hingga akhir 2026 melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Kolaborasi antara Itera, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Pulau Pahawang sebagai contoh desa yang berhasil mengelola limbah pertanian menjadi sumber daya produktif, sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan petani. (Rilis/Humas)