ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjalin kerja sama strategis dengan PT Nose Herbal Indo dalam pengembangan riset bersama dan hilirisasi produk kosmetik berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., dan Komisaris PT Nose Herbal Indo, Halim Nababan, di kantor PT Nose Herbal Indo, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Khairurrijal didampingi dosen Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera, Dr. Ahmad Gus Fahmi. Rombongan Itera diterima langsung oleh Halim Nababan bersama jajaran manajemen perusahaan, yakni SPV Marketing and Product Development Ariffinisa Lintang Widyaningtyas, SPV Research and Development (R&D) Pinastya PK, serta Staf Research and Development Widya AS.
Kerja sama yang disepakati berfokus pada penguatan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kosmetik melalui berbagai program kolaboratif antara perguruan tinggi dan industri. Salah satu bentuk implementasinya adalah penyelenggaraan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Itera, khususnya dari Fakultas Teknologi Industri (FTI), di lingkungan PT Nose Herbal Indo.
Selain program PKL, kedua pihak juga sepakat mengembangkan program penelitian bersama (joint research) serta pemanfaatan hasil penelitian. PT Nose Herbal Indo membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen Itera, khususnya dari Fakultas Teknologi Industri, untuk melaksanakan kegiatan penelitian dengan memanfaatkan fasilitas dan sarana penelitian milik perusahaan.
Potensi program kerja sama yang akan terjalin ini sangat baik, terlebih banyak bahan baku dan material yang dibutuhkan oleh industri kosmetik tersedia melimpah di Lampung. Hal ini menjadi peluang besar bagi Itera untuk berkontribusi dalam pengembangan riset terapan dan hilirisasi produk berbasis sumber daya lokal
Kolaborasi tersebut akan difokuskan pada pengembangan produk kosmetik, inovasi formulasi, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang siap diterapkan dan dikomersialisasikan oleh industri. Ruang lingkup penelitian juga dimungkinkan untuk diperluas pada sektor bisnis lain yang relevan dengan kebutuhan dan pengembangan perusahaan.
Komisaris PT Nose Herbal Indo, Halim Nababan, menyampaikan bahwa Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera merupakan mitra yang sangat potensial dalam mendukung pengembangan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) perusahaan. “Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera merupakan program studi yang sangat ideal dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi produk di perusahaan kami, terutama dalam aspek formulasi dan pengembangan produk kosmetik berbasis bahan alami Indonesia,” ujar Halim.
Sementara itu, Prof. Khairurrijal menyampaikan optimismenya terhadap potensi kerja sama yang akan terjalin antara kedua institusi. Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki sumber daya alam dan bahan baku yang melimpah untuk mendukung pengembangan industri kosmetik nasional.
“Potensi program kerja sama yang akan terjalin ini sangat baik, terlebih banyak bahan baku dan material yang dibutuhkan oleh industri kosmetik tersedia melimpah di Lampung. Hal ini menjadi peluang besar bagi Itera untuk berkontribusi dalam pengembangan riset terapan dan hilirisasi produk berbasis sumber daya lokal,” ujar Prof. Khairurrijal.
Melalui kerja sama ini, Itera berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas riset, serta percepatan hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri nasional. (Humas)




