ITERA NEWS – Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) menghadirkan program edukasi astronomi bagi anak-anak melalui kegiatan AstroKIDZ yang digelar dalam rangkaian NGABRIL (NGAmat BaReng OAIL), Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang menarik selama masa libur sekolah, dengan mengajak peserta mengenal berbagai objek langit, mulai dari planet hingga bintang, melalui metode yang interaktif dan menyenangkan.
Sebanyak 16 peserta berusia 9–12 tahun mengikuti sesi AstroKIDZ yang berlangsung di Ruang Instrumen OAIL, Gedung Kuliah Umum 2 (GK2) Itera. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami fase-fase Bulan melalui media visual dan praktik sederhana yang dirancang sesuai usia mereka. Sesi edukasi dipandu oleh asisten dan pendamping OAIL, serta menghadirkan narasumber Dr. Robiatul Muztaba, dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera.
Melalui program ini, Pusat OAIL yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Itera, memperkuat perannya sebagai pusat edukasi astronomi di Lampung yang terbuka bagi masyarakat. Kegiatan AstroKIDZ dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam semesta sejak usia dini. Program ini juga menjadi bagian dari upaya OAIL dalam mendukung literasi sains dan memperkenalkan bidang astronomi kepada generasi muda.
Kegiatan AstroKIDZ dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam semesta sejak usia dini.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan benda langit yang terbuka untuk umum. Selain peserta AstroKIDZ dan orang tua pendamping, kegiatan ini diikuti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Cuaca cerah yang menyelimuti langit Lampung mendukung pelaksanaan observasi sehingga peserta dapat menikmati pengalaman mengamati objek-objek langit secara optimal.
Untuk mendukung kegiatan observasi, OAIL menyiapkan empat instrumen pengamatan, yakni teleskop robotik mini Utopia III A dan Utopia III B, teleskop manual Baride Optics A-102, serta binokuler astronomi. Melalui perangkat tersebut, peserta berkesempatan mengamati Jupiter beserta satelit alaminya, Venus, Bulan, bintang ganda Alpha Centauri, serta kluster bintang M7 dan M8.
Selain observasi, peserta juga berinteraksi langsung dengan tim OAIL melalui sesi diskusi yang membahas berbagai fenomena astronomi, cara kerja teleskop, hingga peluang studi dan karier di bidang sains antariksa. Melalui kegiatan NGABRIL dan AstroKIDZ, OAIL terus berkomitmen menghadirkan ruang belajar astronomi yang edukatif, inklusif, dan menyenangkan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk menambah wawasan sains. (Rilis OAIL/Humas)







