You are currently viewing Itera Dampingi Warga Desa Mekar Karya Olah Kelapa Menjadi VCO dan Cocopeat

Itera Dampingi Warga Desa Mekar Karya Olah Kelapa Menjadi VCO dan Cocopeat

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendampingi masyarakat Desa Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, dalam mengolah potensi kelapa menjadi produk bernilai tambah berupa Virgin Coconut Oil (VCO) dan cocopeat. Pendampingan yang berlangsung pada 4–13 Agustus 2026 tersebut mencakup sosialisasi, lokakarya, praktik pengolahan, hingga penyerahan peralatan produksi kepada masyarakat.

Program ini ditujukan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan kelapa secara lebih optimal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa. Daging kelapa dapat diolah menjadi VCO, sedangkan sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi cocopeat yang digunakan sebagai media tanam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan pada 4–12 Agustus 2026 di sejumlah dusun di Desa Mekar Karya. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan potensi pengolahan kelapa, mulai dari proses produksi VCO dan cocopeat, manfaat produk, hingga peluang pengembangannya menjadi produk usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Selanjutnya, pada 13 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan melalui lokakarya dan praktik langsung. Masyarakat bersama tim dosen dan mahasiswa Itera mempraktikkan tahapan pengolahan kelapa menjadi VCO dan cocopeat. Metode praktik dipilih agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.

Pada kegiatan tersebut, Itera juga menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada masyarakat Desa Mekar Karya berupa mesin parut kelapa, mesin sentrifugasi VCO, mesin peras santan kelapa, dan mesin pencacah sabut kelapa. Peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang keberlanjutan produksi serta membantu masyarakat mengembangkan usaha setelah program pendampingan selesai.

Selain keterampilan produksi, masyarakat memperoleh pendampingan mengenai pengemasan, perhitungan biaya produksi, pencatatan usaha sederhana, dan penentuan harga jual. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola produk, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek pengembangan usaha.

Ketua tim pengabdian, Dr. apt. Syaikhul Aziz, S.Far., M.Si., mengatakan bahwa potensi kelapa di Desa Mekar Karya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kami berharap program ini dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengolah potensi desa dan mengembangkan VCO serta cocopeat sebagai produk yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program pengabdian ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas bidang keilmuan di Itera. Tim dosen Farmasi berperan dalam pendampingan produksi dan mutu VCO, Dosen Teknik Material mendampingi pemanfaatan sabut menjadi cocopeat, sedangkan Dosen Matematika memberikan penguatan pada aspek perhitungan biaya produksi dan pengelolaan usaha. Kegiatan ini juga melibatkan 12 mahasiswa KKN Rekognisi Itera.

Melalui program tersebut, masyarakat Desa Mekar Karya diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah potensi kelapa secara lebih optimal. VCO dan cocopeat yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai produk pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk lokal bernilai jual sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. (Rilis/Humas)