ITERA NEWS – Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memperkuat kompetensi pemandu dan asisten eduwisata astronomi melalui pelatihan yang digelar di Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Sabtu, 26 September 2026. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan kemampuan komunikasi publik, wawasan astronomi, pengoperasian instrumen, hingga penyusunan materi pemanduan.
Kegiatan diikuti puluhan dosen dan mahasiswa Itera, baik pemandu yang telah terlibat dalam kegiatan eduwisata maupun calon pemandu dan asisten baru. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan pengetahuan astronomi kepada masyarakat secara komunikatif dan mudah dipahami.
Kepala Pusat OAIL Dr. Annisa Novia Indra Putri, S.Si., M.Si., mengatakan peningkatan kapasitas pemandu diperlukan seiring dengan kebutuhan layanan eduwisata astronomi yang semakin beragam.
“Kegiatan ini menjadi salah satu agenda untuk meng-upgrade ilmu dan skill dosen sebagai pemateri eduwisata astronomi serta soft skill asisten OAIL dalam menjelaskan fenomena-fenomena astronomi kepada masyarakat,” kata Annisa.
Pelatihan mencakup lima aspek utama, yakni komunikasi publik, wawasan astronomi, keterampilan teknis penggunaan instrumen, penyusunan materi eduwisata, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia pemandu OAIL. Kelima aspek tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi astronomi, tetapi juga mampu menyampaikannya sesuai karakter pengunjung.
Melalui pelatihan tersebut, OAIL tidak hanya menyiapkan pemandu yang memahami astronomi dan instrumen pengamatan, tetapi juga mendorong kemampuan komunikasi sains.
Pada sesi komunikasi publik, dosen Program Studi Biologi Fakultas Sains Itera Nurul Adhha, S.S.I., M.A., membahas teknik komunikasi, retorika penyampaian sains, dan cara berinteraksi dengan audiens. Peserta berlatih membangun kepercayaan diri serta mengelola komunikasi agar penjelasan sains dapat diterima pengunjung secara interaktif.
Materi kemudian dilanjutkan dengan wawasan astronomi umum yang disampaikan dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera Sulistiyowati, M.Si. Peserta memperkuat pemahaman mengenai konsep dasar astronomi dan fenomena keantariksaan, termasuk istilah-istilah yang umum digunakan dalam kegiatan pemanduan.
Selain pemahaman materi, peserta juga mendapat pembekalan teknis penggunaan instrumen pengamatan. Mereka dikenalkan dengan teleskop refraktor dengan mounting manual ekuatorial yang digunakan dalam kegiatan eduwisata OAIL, teleskop refraktor dengan mounting alt-azimuth dan kemampuan tracking otomatis, serta penggunaan filter Matahari untuk pengamatan secara aman.
Melalui pelatihan tersebut, OAIL tidak hanya menyiapkan pemandu yang memahami astronomi dan instrumen pengamatan, tetapi juga mendorong kemampuan komunikasi sains. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam menjadikan eduwisata astronomi sebagai sarana pembelajaran yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas. (Rilis/Humas)






