ITERA NEWS —Tim Dosen Program Studi Sains Data Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Lamban Kuning Kiluan, Tanggamus, pada 16 Agustus 2026. Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Teluk Kiluan melalui Edukasi Keamanan Data dan Privasi Digital untuk Meningkatkan Kesadaran Perlindungan Data Pribadi” ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Teluk Kiluan mengenai pentingnya keamanan data, privasi digital, dan perlindungan data pribadi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dipandu oleh Rohmi Dyah Astuti, S.Si., M.Cs. tersebut merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Penguatan Kelompok Keilmuan dengan Yustida Bellini, M.Kom. sebagai Ketua Pelaksana. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai berbagai jenis data pribadi dan modus kejahatan digital yang perlu diwaspadai. Melalui pendekatan praktis, warga diajak mengenali risiko penyalahgunaan data serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga keamanan informasi pribadi dalam aktivitas digital sehari-hari.
Materi edukasi mencakup pengenalan data pribadi, seperti nama lengkap, nomor KTP/NIK, nomor rekening bank, foto identitas, dan kata sandi. Warga diberikan pemahaman bahwa informasi tersebut perlu dijaga kerahasiaannya untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan, seperti penipuan daring, pembobolan rekening, dan pencurian identitas.
Tim juga memperkenalkan sejumlah modus penipuan digital, di antaranya phishing melalui tautan palsu, smishing melalui pesan singkat, pharming melalui situs palsu, serta impersonation atau penyamaran sebagai pihak lain. Selain mengenali modus penipuan, warga diberikan tips menjaga keamanan akun melalui penggunaan kata sandi yang kuat, aktivasi autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA), dan penggunaan jaringan internet yang aman.
Edukasi turut diarahkan pada penggunaan media sosial secara bijak. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi atau mengunggah dokumen sensitif, seperti foto KTP dan tiket perjalanan. Warga juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan jejak digital serta hak pemilik data pribadi, termasuk hak untuk mengetahui, mengakses, mengoreksi, dan menghapus data pribadi. Selain keamanan data, tim PkM memberikan literasi mengenai pembayaran digital melalui QRIS. Warga diperkenalkan dengan QRIS sebagai metode transaksi yang praktis dan cepat untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Teluk Kiluan.
Sebagai bentuk pendampingan langsung, tim memberikan panduan teknis pembuatan akun GoPay, mulai dari proses pendaftaran hingga pengaturan fitur keamanan akun. Pendampingan tersebut bertujuan membantu warga memanfaatkan pembayaran digital sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai keamanan saldo dan data transaksi.
“Keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami hak atas data pribadi dan mengenali cara kerja penipuan digital, masyarakat dapat lebih tenang dan aman dalam beraktivitas di dunia siber. Melalui edukasi ini, kami ingin warga tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengguna yang cerdas dan waspada,” ujar tim pelaksana.
Pada akhir kegiatan, masyarakat mengikuti sesi post-test untuk mengukur tingkat pemahaman setelah memperoleh materi dan praktik mengenai keamanan serta perlindungan data pribadi. Melalui kegiatan PkM tersebut, Program Studi Sains Data Itera diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam meningkatkan literasi keamanan data dan privasi digital masyarakat Teluk Kiluan. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan data pribadi dan pembayaran digital, masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap ancaman kejahatan siber serta mampu memanfaatkan teknologi secara aman untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial di era digital. (Rilis/Humas)
