You are currently viewing Teknik Industri Itera Dorong Industri Berkelanjutan melalui Studium Generale Green Industry and Future Technology

Teknik Industri Itera Dorong Industri Berkelanjutan melalui Studium Generale Green Industry and Future Technology

ITERA NEWS – Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera), menggelar studium generale bertajuk Green Industry and Future Technology (GIFT) yang diikuti lebih dari 250 peserta pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Helicopter View Industrial Engineering x Industrial Sport League (H-Vi IE x ISL) 2026 dengan menghadirkan Dosen Teknik Industri Itera, Intan Mardiono, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai narasumber.

Ketua Pelaksana Oca Cynthia Siringoringo mengatakan, H-Vi IE x ISL 2026 mengusung tema Sustainable Technology and Industrial Next-Gen Exchange. Tema tersebut diangkat untuk mendorong penerapan teknologi hijau dan keberlanjutan di dunia industri. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri masa depan dan peran teknologi dalam mewujudkan industri yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kegiatan yang dipandu Nur Fadhilah Karita sebagai moderator, narasumber Intan Mardiono, Ph.D., menjelaskan alasan industri perlu bertransformasi. Aktivitas industri membutuhkan energi, air, material, transportasi, dan kemasan yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca, limbah padat dan cair, polusi udara, serta mempercepat penggunaan sumber daya alam.

Green industry merupakan pendekatan industri yang berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan mengurangi penggunaan sumber daya serta dampak terhadap lingkungan.

Ia menjelaskan, green industry merupakan pendekatan industri yang berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan mengurangi penggunaan sumber daya serta dampak terhadap lingkungan. Penerapannya mencakup efisiensi energi, material, dan air; pencegahan polusi; pengurangan limbah dan emisi; serta penggunaan teknologi bersih.

Pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui green manufacturing, antara lain dengan menerapkan lean manufacturing, cleaner production, eco-efficiency, dan manufaktur sirkular.

Enam Pilar Teknologi GIFT

Memasuki pembahasan teknologi masa depan, Intan memperkenalkan enam pilar teknologi GIFT, yaitu kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data dan analitik, robotika dan otomasi, additive manufacturing, serta energi bersih. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan dalam industri hijau untuk memprediksi konsumsi energi, mengoptimalkan proses produksi, melakukan predictive maintenance, memprediksi permintaan, serta mendeteksi limbah.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep digital twin dan manajemen energi cerdas yang dapat digunakan untuk menyimulasikan dan mengoptimalkan operasi pabrik. Intan mengingatkan bahwa otomasi tidak selalu berarti berkelanjutan. Setiap teknologi, termasuk robotika, perlu dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap penggunaan energi dan material, serta aspek ekonomi dan sosial.

Selain itu, peserta mendapat gambaran mengenai pemanfaatan energi terbarukan di industri, seperti tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan biomassa, termasuk teknologi penyimpanan energi.

Intan juga menjelaskan peran teknologi digital dalam mendukung ekonomi sirkular melalui Digital Product Passport. Teknologi tersebut memuat informasi mengenai material, asal bahan, proses produksi, jejak karbon, hingga kemampuan daur ulang suatu produk. Menurutnya, penerapan ekonomi sirkular dapat didukung melalui tiga tahapan, yakni digitalisasi, keterlacakan, dan sirkularitas.

Penulis: Khaila Anindya Arza (Teknik Industri)