You are currently viewing Itera dan NAIST Jepang Jajaki Penguatan Kerja Sama Akademik dan Riset

Itera dan NAIST Jepang Jajaki Penguatan Kerja Sama Akademik dan Riset

 

ITERA NEWS-Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Studi Farmasi Fakultas Sains menjajaki penguatan kerja sama dengan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, dalam rapat audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat, Gedung A, Kampus Itera, Senin, 5 Oktober 2026. Pertemuan membahas pengembangan kerja sama kelembagaan yang mencakup penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah, serta peluang pendanaan riset berkelanjutan.

Audiensi dihadiri Rektor Itera, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si.(Han), Ph.D. Turut hadir jajaran Fakultas Sains, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, serta Kepala Pusat Kelola Kekayaan Intelektual (PKKI) Itera, apt. Tantri Liris Nareswari, S.Farm., M.S.Farm.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. apt. Sarmoko, S.Farm., M.Sc., selaku person in charge kolaborasi NAIST–Itera, memaparkan rekam jejak hubungan akademik kedua institusi yang telah terjalin sejak 2019. Kolaborasi bermula dari kunjungan Prof. Masashi Kawaichi dari NAIST sebagai narasumber studium generale di Itera, kemudian berkembang melalui penelitian bersama, kunjungan riset, program pascadoktoral, dan studi lanjut.

Kerja sama penelitian kedua institusi antara lain terlihat pada penelitian tahun 2022 yang melibatkan Itera, Universitas Gadjah Mada, dan NAIST mengenai mekanisme senyawa mangostin terhadap perkembangan sel kanker payudara. Kolaborasi tersebut juga menghasilkan publikasi pada Iranian Journal of Pharmaceutical Research pada 2023 dan Genes to Cells pada 2025.

Hubungan akademik turut berkembang melalui kesempatan studi lanjut. Alumni Program Studi Farmasi Itera, Dzaky Raihan Cahyadi, tercatat sebagai mahasiswa magister di NAIST sejak April 2026. Sementara itu, dosen Program Studi Sains Data Itera, Luluk Muthoharoh, memulai studi doktor pada Oktober 2026 di Mathematical Informatics Laboratory, Divisi Sains Informasi NAIST.

Perwakilan NAIST, Prof. Yasumasa Bessho, Director of the NAIST Indonesia Office, turut memaparkan profil NAIST serta lingkungan pendidikan dan penelitian yang tersedia. NAIST merupakan perguruan tinggi negeri di Jepang yang berfokus pada pendidikan magister dan doktor dengan tiga bidang utama, yaitu ilmu informasi, ilmu hayati, dan ilmu material.

Dalam penjajakan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang pengembangan kerja sama, meliputi finalisasi dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), pengembangan skema pertukaran mahasiswa dan dosen, peningkatan publikasi ilmiah bersama, serta pengembangan pendanaan riset berkelanjutan.

Melalui audiensi ini, Fakultas Sains Itera berupaya mengembangkan jejaring akademik dan penelitian yang telah terbangun menjadi kerja sama kelembagaan yang lebih terstruktur. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi dosen dan mahasiswa Itera untuk mengembangkan penelitian serta melanjutkan pendidikan di lingkungan akademik internasional. (Rilis/Humas)