ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu bekerja sama mengembangkan teknologi untuk mempercepat industrialisasi modified cassava flour (mocaf) atau tepung singkong termodifikasi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas singkong sekaligus memperkuat daya saing produk olahan masyarakat di Kabupaten Pringsewu.
Kerja sama itu dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengembangan Teknologi dalam Mendukung Program Industrialisasi Modified Cassava Flour (Mocaf) di Kabupaten Pringsewu. Penandatanganan PKS berlangsung di Ruang Rapat Gedung A Itera, Jumat, 2 September 2026. Pemkab Pringsewu diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, S.E., M.N., Kepala Bapperida Dr. Imam Fatkuroji, S.STP., M.IP., dan jajaran. Dari Itera hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Industri Dr. Nur Istiqomah Khamidy, S.T., M.Sc., Sekretaris LPPM Dr. I Putu Mahendra, S.Si., serta tim dosen dan tenaga kependidikan LPPM Itera.
Dalam kerja sama tersebut, Itera akan berperan dalam pengembangan teknologi dan pemodelan pengolahan, sedangkan Pemkab Pringsewu mendorong pemanfaatannya untuk mendukung pengembangan komoditas lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kami berharap Itera dapat menjadi tempat pengembangan UMKM, supaya ekonomi tetap bisa berkembang, tentunya di Pringsewu. Itera fokus membantu wilayah yang ada di Lampung
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., mengatakan teknologi pengolahan mocaf yang dikembangkan memiliki pemodelan berbeda dan diarahkan untuk menghasilkan produk pangan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Menurut Hadi, pengembangan tersebut tidak berhenti pada menghasilkan tepung mocaf, tetapi diarahkan pada proses hilirisasi agar produk olahan singkong dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.
“Kami berharap Itera dapat menjadi tempat pengembangan UMKM, supaya ekonomi tetap bisa berkembang, tentunya di Pringsewu. Itera fokus membantu wilayah yang ada di Lampung,” ujar Hadi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pringsewu Hendrid mengatakan pemerintah daerah mendukung pengembangan teknologi pengolahan pangan yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan masyarakat. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa juga penting untuk mendukung pengembangan UMKM dan membuka peluang inovasi dari komoditas lokal.
Ia mengatakan pengolahan singkong menjadi mocaf membuka peluang pengembangan berbagai produk pangan. Karena itu, pengembangan tidak hanya diarahkan pada proses produksi tepung, tetapi juga pada diversifikasi produk agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pemkab Pringsewu juga berharap pengembangan mocaf dapat diperluas ke daerah lain dan membuka akses pasar yang lebih besar, termasuk pasar ekspor. Produk mocaf dari Pringsewu direncanakan diperkenalkan ke pasar Thailand sebagai salah satu upaya memperluas jangkauan pemasaran.
Tim Liputan
Reporter : Khaila Anindya Arza (Teknik Industri) & Annisa Nurazizah Khairani (Teknik Industri)
Fotografer : Muhammad Aqil Al-Fajr (Teknik Elektro)




