ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (PLN Puslitbang) melaksanakan pelatihan, koordinasi, dan diskusi pengembangan tanaman energi di Itera, Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi penelitian pengembangan kaliandra dan sorgum sebagai sumber biomassa untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan. Pembahasan meliputi kondisi dan perkembangan tanaman, metode pengambilan sampel, pengukuran produktivitas, rencana panen, hingga pemanfaatan biomassa.
Kolaborasi melibatkan tim multidisiplin Itera dan PLN Puslitbang untuk mengkaji pengembangan biomassa secara terintegrasi, mulai dari aspek budidaya dan sumber daya hayati hingga pengolahan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan sistem pendukungnya.
Salah satu fokus penelitian adalah pengembangan sorgum sebagai bahan baku biomassa. Tim mengevaluasi kondisi pertumbuhan tanaman serta berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi produktivitas. Tahap berikutnya mencakup panen dan pengambilan sampel produktivitas untuk memperoleh data yang lebih komprehensif sebagai dasar pengembangan penelitian.
Selain pengembangan tanaman, tim membahas pemanfaatan biomassa hasil panen. Biomassa tersebut direncanakan untuk dikembangkan sebagai bahan bakar co-firing, bahan baku biopelet, serta bahan baku produksi hidrogen melalui proses gasifikasi. Pengembangan dan pengujian akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan penelitian.
Menurut dia, penguatan riset dan implementasi energi terbarukan dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas Itera dalam pengembangan teknologi berkelanjutan.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D., mengatakan fakultas mendukung kolaborasi tersebut karena memiliki keterkaitan dengan upaya pengembangan dan implementasi energi baru terbarukan di Indonesia. Menurut dia, kolaborasi perguruan tinggi dan industri dapat memperkuat keterhubungan antara hasil penelitian dan kebutuhan penerapan teknologi di lapangan.
Dukungan terhadap keberlanjutan kerja sama juga disampaikan Nur Cahyo, Manager Kajian dan Investigasi Teknik Teknologi Sistem Pembangkitan dan Energi PLN Puslitbang. Mewakili manajemen PLN Puslitbang, ia menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan berharap kerja sama dengan Itera dapat berlanjut melalui skema penelitian multiyears.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., mengatakan program kolaborasi tersebut telah diketahui dan mendapat dukungan pimpinan Itera. Menurut dia, penguatan riset dan implementasi energi terbarukan dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas Itera dalam pengembangan teknologi berkelanjutan.
Kolaborasi Itera dan PLN Puslitbang juga diarahkan untuk memperkuat luaran penelitian. Hasil riset diharapkan dapat mendukung penyusunan publikasi ilmiah, partisipasi dalam konferensi, serta pengembangan inovasi yang berpotensi diajukan sebagai hak kekayaan intelektual. (Rilis/Humas)



