You are currently viewing Teknik Sipil FTIK Itera Gelar Seminar Nasional Dukung Pembangunan Taman Nasional Way Kambas

Teknik Sipil FTIK Itera Gelar Seminar Nasional Dukung Pembangunan Taman Nasional Way Kambas

ITERA NEWS – Fakultas Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) bersama Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (Itera) berkolaborasi dengan PT Mas Baja Indonesia menggelar Seminar Nasional Mas Baja x COS (Civil On Stage) di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera, Senin, 5 Oktober 2026. Seminar tersebut membahas peluang pemanfaatan teknologi dan material baja untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Seminar mempertemukan akademisi, praktisi industri baja, pemerintah, dan pengelola kawasan konservasi. Pembahasan diarahkan pada kebutuhan infrastruktur di TNWK, termasuk penggunaan teknologi konstruksi yang dapat diterapkan dengan waktu pengerjaan relatif cepat dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan Kegiatan dibuka dengan sambutan Koordinator Program Studi Teknik Sipil Itera, Dr. Ir. Miskar Maini, S.T., M.Eng., dan Direktur Utama PT Mas Baja Indonesia, Dedy “Miing” Gumelar.

Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, forum tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan industri, termasuk dalam membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan Itera untuk memperoleh pengalaman serta memasuki dunia kerja. Ia menyebut masa tunggu kerja lulusan Itera rata-rata sekitar 2,8 bulan setelah lulus. Menurut Rektor, keterlibatan industri dalam kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa dapat semakin memperkuat kesiapan lulusan, khususnya dari Program Studi Teknik Sipil.

Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, forum tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan industri, termasuk dalam membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan Itera untuk memperoleh pengalaman serta memasuki dunia kerja.

Pada sesi materi, yang dipandu Singgih Wasesa, lima pembicara menyampaikan materi terkait teknologi dan produk baja untuk kebutuhan konstruksi. Ivan Widjaksono dari PT Gunung Raja Paksi memaparkan produk baja hulu. Selanjutnya, Ir. Wasrif, S.T. dari PT Cahaya Metal Perkasa menjelaskan penggunaan corrugated steel plate. Indra Laksmana dari PT Citra Galvanizing Indonesia membahas teknologi galvanizing untuk meningkatkan ketahanan struktur baja, termasuk pada lingkungan dengan tingkat kelembapan tinggi seperti kawasan hutan.

Sementara itu, Dr. Ir. Pio Ranap Tua Naibaho, S.T., M.T., Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil Universitas Tama Jagakarsa, memaparkan kajian jembatan lengkung desa menggunakan teknologi DCSP. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif konstruksi di kawasan konservasi karena proses pemasangannya relatif cepat dan berpotensi mengurangi dampak terhadap lingkungan. Sesi pertama ditutup dengan pemaparan Airyn Saputri H., Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, mengenai pentingnya kesiapan rantai pasok material baja untuk mendukung kebutuhan konstruksi nasional.

Sesi kedua dipandu Dedy Miing Gumelar dengan fokus pembahasan pembangunan infrastruktur di TNWK yang tetap memperhatikan keberlanjutan kawasan dan perlindungan satwa. Ketua Komite TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., menyampaikan strategi pembangunan infrastruktur yang selaras dengan upaya menjaga habitat satwa, termasuk gajah Sumatera yang menjadi salah satu ikon TNWK. Ken Pangestu dari PT Total Solusi Konstruksi kemudian memaparkan infrastruktur yang telah dan akan dikembangkan di kawasan tersebut.

Pembahasan dilanjutkan Kodrat Satriawan, S.E. dari PT Garuda Yamato Steel yang membahas penggunaan baja H-Beam. Andriyantyo, S.T. dari PT Bevananda Mustika menyampaikan materi mengenai kawat baja untuk pengendalian erosi dan banjir. Adapun Djoko Purnomo dari TataLogam Lestari memaparkan teknologi baja ringan sebagai salah satu produk industri dalam negeri.

Seminar ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FTIK Itera dan PT Mas Baja Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan penutup dari Dekan FTIK Itera, doa, dan foto bersama.

Tim Liputan
Reporter : Nur Indah Ayu Syafitri (Teknik Sipil)
Fotografer : M. Jason Triadikara (Pariwisata)