ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) memberdayakan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung melalui pelatihan keterampilan, pengelolaan lingkungan, dan penyediaan sarana produksi. Kegiatan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini berlangsung pada 29 Juli hingga 19 Agustus 2026 di Desa Way Hui, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan dan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Itera. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Salah satu kegiatan utama ialah pelatihan wood working dan pembuatan plakat kayu pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik pengolahan kayu, hingga pembuatan plakat menggunakan teknik photo transfer.
“Melalui pelatihan wood working ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami menyerahkan peralatan wood working agar keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan,” ujar Agung
Peralatan wood working tersebut diserahkan kepada pihak Lapas untuk mendukung keberlanjutan kegiatan produksi dan pengembangan keterampilan warga binaan.
Selain pelatihan keterampilan, PDB KKN Itera juga menguatkan pengelolaan lingkungan melalui sosialisasi pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah terpilah, pemanfaatan sampah organik, pembuatan raised bed, dan pengenalan pemanfaatan air lindi.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa Rekayasa Kehutanan serta Teknik Kimia memberikan pengalaman pembelajaran lintas disiplin sekaligus mendorong penerapan ilmu untuk menjawab kebutuhan di masyarakat.
Pada penutupan program KKN, pada Jumat, 14 Agustus 2026 Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Nefrizon, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Itera. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. (Rilis/Humas)
