You are currently viewing Itera Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Karhutla   

Itera Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Karhutla  

ITERA NEWS – Pusat Analisis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Sosialisasi Risiko Kebakaran dan Mitigasinya di Aula Gedung E Kampus Itera, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memperbarui pemahaman, menambah pengetahuan, serta meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan pegawai, serta mahasiswa Itera. Hadir sebagai narasumber, Penelaah Teknis Kebijakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat, S.T., M.H., Kepala Cabang PT Servo Fire Indonesia Lampung Husni Yusuf, serta Sales Manager Servo Lampung Agus Priyanto.

Kepala Pusat Analisis K3L Itera  Agung Mahadi Putra Perdana, S.Si., M.Sc., menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya kampus dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Menurutnya, kondisi lingkungan kampus dan pengalaman kejadian karhutla sebelumnya menjadi perhatian khusus. “Sesuai dengan amanat Rektor, bahwa tahun ini kita perlu mewaspadi terkait dampak kemarau panjang tersebut, maka kegiatan ini kami adakan untuk mitigasi ataupun pengenalan terkait bahaya bencana kebakaran lahan,” ujar Agung Mahadi.

Sesuai dengan amanat Rektor, bahwa tahun ini kita perlu mewaspadi terkait dampak kemarau panjang tersebut, maka kegiatan ini kami adakan untuk mitigasi ataupun pengenalan terkait bahaya bencana kebakaran lahan

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep karhutla, pencegahan, serta strategi mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Pemateri dari BPBD, Wahyu Hidayat mengajak peserta memahami pentingnya kesiapsiagaan sejak sebelum bencana terjadi. Wahyu juga mengajak peserta mengakses portal Data Terbuka Bencana Lampung milik BPBD Provinsi Lampung. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, tercatat 824 laporan kejadian bencana di Provinsi Lampung, dengan 30 di antaranya merupakan kejadian karhutla. “Bencana itu sesuatu yang dapat diantisipasi, akan tetapi terkadang kita tidak menyadari bencana sebagai sebuah siklus yang melingkar (circular cycle)  yang tidak akan pernah berakhir,” ujar Wahyu.

Selain pemaparan materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pelatihan tersebut dipandu oleh Sales Manager PT Servo Fire Indonesia Lampung Agus Priyanto bersama tim.

Peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan APAR serta langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi awal kebakaran. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada sivitas akademika agar lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.

Tim Liputan
Penulis: M. Abdul Hadi
Fotografer: Sakira Aurel