You are currently viewing Siasati Mahalnya Pakan Ikan, Dosen Itera Ajarkan Petani Buat Pelet dari Cangkang Kerang

Siasati Mahalnya Pakan Ikan, Dosen Itera Ajarkan Petani Buat Pelet dari Cangkang Kerang

ITERA NEWS – Harga pakan menjadi salah satu beban terbesar bagi pembudidaya ikan air tawar. Biaya pakan bahkan disebut dapat mencapai 70 persen dari total biaya operasional. Kondisi itu mendorong dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengajarkan petani di Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, membuat pakan ikan secara mandiri dengan memanfaatkan cangkang kerang.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Itera yang melibatkan delapan mahasiswa KKN Rekognisi. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Mulyosari, Rabu, 19 Agustus 2026, dan diikuti 23 anggota Kelompok Tani Sido Rukun 1.

Dosen Teknik Biomedis Itera sekaligus Ketua Pelaksana PkM, Rosita Wati, S.Pd., M.Sc., mengatakan pemanfaatan cangkang kerang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan biaya pakan sekaligus mengurangi limbah. “Pembudidaya mengeluhkan biaya pakan yang membengkak hingga 70 persen, padahal wilayah pesisir kita kaya akan limbah cangkang yang belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Rosita.

Pemanfaatan cangkang kerang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan biaya pakan sekaligus mengurangi limbah.

Dalam kegiatan tersebut, cangkang kerang diolah sebagai sumber kalsium untuk bahan pakan ikan. Para petani juga mendapat pelatihan mengenai pencampuran bahan, pembuatan adonan, pengoperasian mesin pencetak pelet, hingga pengeringan pakan.  Menurut Rosita, pelatihan tidak hanya ditujukan agar petani dapat membuat pakan sendiri, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengembangkan produksinya secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sido Rukun 1, Nyoman Muliarsa, menyampaikan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi petani untuk mengembangkan pakan alternatif. “Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami untuk merintis produksi pakan ikan alternatif. Harapannya, setiap anggota dapat mempraktikkan pembuatan pakan mandiri sehingga biaya pakan dapat ditekan,” ujar Nyoman.

Selain pelatihan, Itera menyerahkan peralatan penunjang produksi pakan kepada Kelompok Tani Sido Rukun 1. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan petani untuk melanjutkan produksi pakan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan PkM ini melibatkan dosen Itera I Gde Eka Dirgayussa, M.Si., dan Wafi Adizara Muzakki, S.T.P., M.Sc., serta delapan mahasiswa KKN Rekognisi. Program tersebut didanai melalui skema hibah pengabdian Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (Rilis/Humas)