ITERA NEWS – Kebun Raya Itera kembali mendapat pendanaan internasional dari Botanic Gardens Conservation International (BGCI) untuk merintis fasilitas bank benih (seed bank) bagi konservasi tumbuhan dataran rendah Sumatera.
Pendanaan tersebut diperoleh Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui UPA Konservasi Flora Sumatera (KFS) lewat proyek Establishing the First Seed Bank at Itera Botanical Garden: Securing Orthodox Seeds for the Conservation of Sumatran Lowland Flora.
Fasilitas ini akan digunakan untuk mengelola benih hasil eksplorasi dan koleksi lapangan, mulai dari penanganan, pengeringan, pengemasan, pelabelan, dokumentasi, hingga penyimpanan. Pada tahap awal, Kebun Raya Itera menargetkan sedikitnya 20 spesies tumbuhan asli dataran rendah Sumatera dapat terdokumentasi dan tersimpan sebagai material konservasi.
Kepala UPA KFS Itera Alawiyah, S.P., M.Hut., mengatakan pengembangan bank benih didukung kesiapan sumber daya manusia. Sejumlah pengelola Kebun Raya Itera telah mengikuti Seed Conservation Technique Course yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim ahli Millennium Seed Bank (MSB), Royal Botanic Gardens, Kew, di Kebun Raya Eka Karya Bali.
“Selama eksplorasi, kami kerap menjumpai benih matang yang berpotensi menjadi material konservasi, tetapi belum didukung fasilitas penyimpanan memadai. Dengan pengelolaan yang mengikuti standar penyimpanan benih internasional, benih dapat dipertahankan daya simpannya hingga puluhan tahun,” ujar Alawiyah.
Selama eksplorasi, kami kerap menjumpai benih matang yang berpotensi menjadi material konservasi, tetapi belum didukung fasilitas penyimpanan memadai. Dengan pengelolaan yang mengikuti standar penyimpanan benih internasional, benih dapat dipertahankan daya simpannya hingga puluhan tahun
Menurut Alawiyah, pengembangan bank benih menjadi langkah untuk mengamankan material tumbuhan yang ditemukan saat ini agar tetap tersedia bagi kepentingan konservasi pada masa mendatang.
Pendanaan ini merupakan dukungan BGCI kedua yang diterima Kebun Raya Itera. Sebelumnya, Itera memperoleh pendanaan untuk program konservasi kantong semar (Nepenthes) yang dilaksanakan sepanjang 2026. Pada periode 2022–2026, Indonesia tercatat memperoleh lima dukungan hibah BGCI dalam skema terkait, dengan dua di antaranya diraih Kebun Raya Itera.
Bank benih nantinya melengkapi konservasi koleksi hidup yang selama ini dilakukan Kebun Raya Itera. Fasilitas tersebut juga dapat mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, terutama sebagai sumber material dan data penelitian, sarana pembelajaran dan praktikum mahasiswa, serta mendukung kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengembangan bank benih diharapkan memperkuat keterhubungan antara konservasi, penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pelestarian flora Sumatera secara berkelanjutan. (Rilis/Humas)
