You are currently viewing Pengelolaan Kebun Raya Itera Jadi Rujukan Nasional

Pengelolaan Kebun Raya Itera Jadi Rujukan Nasional

 

ITERA NEWS – Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera (KFS) Institut Teknologi Sumatera (Itera), Alawiyah, S.P., M.Hut., menjadi narasumber dalam Workshop Nasional Penguatan Kolaborasi dalam Mendukung Pengelolaan Kebun Raya Daerah yang Berkelanjutan Berbasis Ilmu Pengetahuan yang diselenggarakan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu. Dalam kegiatan tersebut, Alawiyah membagikan praktik baik pengelolaan Kebun Raya Itera sebagai kebun raya perguruan tinggi yang mengintegrasikan fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Workshop yang dilaksanakan secara hibrida, baik secara luring di Fakultas Kehutanan UGM maupun secara daring, diselenggarakan oleh Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Green Urban Ecology melalui kerja sama Fakultas Kehutanan UGM, Pusat Riset Ekologi, dan Pusat Riset Sistem Biota BRIN. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan kebun raya, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga serta membuka peluang kerja sama di bidang riset, pendidikan, konservasi, dan penguatan kapasitas pengelola.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Dr. R. Hendrian, M.Sc., dan Dr. Danang Wahyu Purnomo, S.Hut., M.Sc., dari BRIN; Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., dari Fakultas Kehutanan UGM; Dr. Joko Mulyono, S.STP., M.Si., dari BRIDA Jawa Tengah; Suraji, S.T., M.Si., dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali; Decky Indrawan Junaedi, M.Env., Ph.D., dari Pusat Riset Sistem Biota BRIN; serta Marga Anggrianto, MBA, dari PT Mitra Natura Raya.

Dalam sesi Sharing Best Practices Pengelolaan Kebun Raya Tingkat Perguruan Tinggi, Alawiyah menjelaskan bahwa Kebun Raya Itera merupakan contoh kebun raya perguruan tinggi yang menjalankan lima fungsi kebun raya secara terpadu, yaitu konservasi, pendidikan, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan.

“Kelima fungsi tersebut kami jalankan secara terpadu dan berpadu dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kebun Raya Itera tidak hanya menjadi ruang konservasi, tetapi juga menjadi laboratorium hidup yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, wisata, dan penyediaan jasa lingkungan,” ujarnya.

Alawiyah menjelaskan, Kebun Raya Itera berperan sebagai laboratorium hidup yang menyediakan koleksi tumbuhan untuk mendukung berbagai kegiatan penelitian di bidang konservasi, ekologi, dan biodiversitas. Hasil penelitian yang dilakukan di kawasan kebun raya dapat mendukung upaya pelestarian tumbuhan sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan.

Di bidang pendidikan, kebun raya dimanfaatkan sebagai sarana praktikum, magang, dan penelitian lapangan. Sementara itu, dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, Kebun Raya Itera dikembangkan sebagai ruang edukasi melalui kegiatan eduwisata, wisata, dan literasi lingkungan.

Dengan berbagai fungsi tersebut, Kebun Raya Itera tidak hanya mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan konservasi, edukasi, dan penyediaan layanan lingkungan.

Keikutsertaan UPA KFS Itera dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring dengan pengelola kebun raya dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan Kebun Raya Itera serta membuka peluang kolaborasi baru di bidang konservasi, pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebun raya. (Rilis/Humas)