You are currently viewing Itera dan Danantara Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi Nasional

Itera dan Danantara Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi Nasional

 

ITERA NEWS — Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., bersama Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Danantara, dan pimpinan perguruan tinggi lainnya, menandatangani nota kesepahaman kemitraan strategis dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Agenda ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si.(Han)., Ph.D. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri untuk mengembangkan teknologi serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian di Indonesia.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santoso, menegaskan bahwa pengembangan industri berbasis teknologi membutuhkan kolaborasi erat dengan perguruan tinggi dan lembaga riset. Menurutnya, industri tidak dapat membangun seluruh kapasitas teknologi secara mandiri dalam waktu singkat. Danantara berperan sebagai orkestrator yang memperkuat keterhubungan antara industri, peneliti, dan para ahli, sekaligus mendorong pengembangan teknologi dari tahap penelitian hingga penerapan, termasuk desain, pengujian, dan sertifikasi. Ia juga menekankan pentingnya mengarahkan riset pada kebutuhan nyata industri, bukan semata-mata menghasilkan publikasi akademik. “Kita harus bergerak melampaui MoU. Tanpa aksi nyata, dokumen kerja sama tidak akan memberikan dampak yang berarti,” ujar Sigit.

Pengembangan industri berbasis teknologi membutuhkan kolaborasi erat dengan perguruan tinggi dan lembaga riset. Industri tidak dapat membangun seluruh kapasitas teknologi secara mandiri dalam waktu singkat.

Ia mengatakan bahwa kemitraan perlu ditindaklanjuti melalui proyek konkret agar hasil penelitian perguruan tinggi dan lembaga riset dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan industri. Danantara juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan berbagai proyek hilirisasi sebagai bagian dari upaya membangun industri berbasis teknologi di dalam negeri.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyoroti pentingnya co-development atau pengembangan teknologi secara bersama. Ia menyampaikan bahwa Presiden menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi, BRIN, dan Danantara untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional. Kolaborasi ini diperlukan untuk mengembangkan berbagai proyek strategis sekaligus memperkuat posisi tawar (bargaining position) Indonesia. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu menjembatani kapasitas riset dengan kebutuhan industri sehingga inovasi yang dihasilkan memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional.

Selain pimpinan Itera, perwakilan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa (KM) Itera turut mengikuti sesi pleno pada hari sebelumnya untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi, investasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Keterlibatan mahasiswa diharapkan memperluas pemahaman mengenai proses hilirisasi, sekaligus mendorong penyebarluasan pengetahuan tentang bagaimana riset dan inovasi dapat dikembangkan menjadi solusi yang aplikatif bagi masyarakat.

Penulis : Desisonia Lilia Hadiputri
Fotografer : Arpan Ismail